Seorang wartawan terkenal begitu keras kepala dan ngotot dalam segala hal. Sehingga pada suatu hari atasannya, mengingatkannya.
"Kau selalu menyangka bahwa dirimu benar, Padahal kau juga pernah salah bukan?," tegur atasannya.
"Memang," sahut si wartawan. "Sekali waktu saya memang pernah salah," tambah si wartawan.
"Nah! kau mengakuinya juga, bukan?," seru atasannya dengan gembira. "Kapan itu?"
"Beberapa waktu yang lalu," sahut wartawan, "Yaitu ketika saya menyangka bahwa saya salah, dan ternyata saya benar."
-
The Winner is always part of the answer; The Loser is always part of the problem. The Winner is always has a program; The Loser always has a...
-
Goldberg kehilangan dompetnya pada suatu lelang. "Hadirin, saya mohon maaf karena mengganggu perayaan ini sebentar," katanya mengu...
-
President George Bush is visiting an elementary school today and he visits one of the classes (4th grade). They are in the middle of a discu...
-
Cerita ini terjadi pada saat seleksi (wawancara) antara Juri dengan peserta dari DKI. Begini ceritanya... : Juri : "..........Selanjutn...
-
Suatu ketika di sebuah penerbangan Jakarta – LA, ada seorang ahli komputer dan insinyur yang duduk bersebelahan. Karena penerbangan yang ...
-
According to a study commissioned by Robert Half Technology, an IT staffing firm, 54% of U.S. companies say that they have banned workers fr...
-
Ada 3 ekor buaya yg berbeda warna, yaitu biru, merah dan kuning. Yg jadi pertanyaan: Bagaimanakah cara membunuh buaya biru? Ditembak aja, en...
-
Tersebutlah tiga orang bersaudara. Seorang buruh tani, seorang konglomerat, dan seorang jenderal masih bersaudara. Sang konglomerat mengajak...
Recent Posts
Popular Posts
Wartawan Selalu Benar
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment