Recent Posts

    Popular Posts

Showing posts with label Law. Show all posts
Showing posts with label Law. Show all posts

Tempat Tinggal Pemberontak


Dua orang lelaki di pinggiran Los Palos, Timtim, ditangkap ABRI dengan tuduhan terlibat kegiatan anti integrasi. Mereka dibawa ke Markas SGI di Dili dan menjalani proses pemeriksaan. Meski disiksa, keduanya menolak memberikan keterangan.

"Di mana tempat tinggalmu?," tanya, interogrator.

"Saya tinggal di sembarang tempat," jawab yang satu. "Kadang di ladang, di gunung, di hutan, di pantai, di rumah penduduk ...yaa... dimana saja."

Merasa buntu menghadapi perlawanan ala Timtim, sang interogrator beralih kepada lelaki satunya. "Kalau kau, tinggal dimana?"

"Ah, saya bertetangga dengan dia."

Bila Istri Pengacara Meninggal


Isteri seorang pengacara meninggal. Di pemakaman, orang-orang dikejutkan dengan nisan yang bertuliskan,
"Grace, Isteri dari Pengacara Phillips, Pengacara untuk urusan Perceraian, Pidana, Perdata, dan Urusan Hukum Lainnya."

Tiba-tiba, Phillips menangis terisak-isak. Saudaranya berkata,
"Menangislah, agar orang betul-betul tahu kalau kau sangat kehilangan istrimu!"

Dengan airmata yang masih berlinang di pipinya, Phillips berkata,
"Mengapa mereka sama sekali tidak mencantumkan nomor telepon dan alamat e-mailku di batu nisan itu?"

Tetangga Terdakwa Pembunuhan


Di suatu sidang pengadilan, Pak Hakim meminta terdakwa berdiri untuk mendengarkan tuntutan.

"Saudara didakwa membunuh seorang guru SMA dengan menggunakan gergaji mesin!" kata hakim.
Dari deretan meja pengunjung terdengar seseorang berteriak, "Kurang ajaaarrr!!!"

"Harap tenang. Ini ruang sidang!" bentak hakim. Ia kemudian melanjutkan tuntutannya, "Saudara juga didakwa melakukan pembunuhan terhadap seorang loper koran dengan menggunakan sekop!"
"Bajingannnnn! !!" teriak pengunjung yang tadi.

"Tenang, harap tenang!" teriak hakim nggak kalah kerasnya.
"Selanjutnya, saudara terdakwa juga dituduh melakukan pembunuhan terhadap seorang tukang pos dengan menggunakan bor listrik!" kata hakim sambil memandangi terdakwa.
"Keparatttt! !!!" teriak pengunjung tadi tanpa bisa ditahan.

Dengan geram hakim berkata, "Jika anda tidak bisa memberikan alasan kenapa berulah seperti ini, maka saya akan mendudukkan anda di kursi pesakitan dengan tuduhan menghina pengadilan!"

"Saya adalah tetangga terdakwa selama sepuluh tahun terakhir, Pak Hakim. Dan setiap kali saya ingin meminjam gergaji, bor, atau sekop, dia selalu bilang nggak punya!!!"

10 Tips Menghindari Pemerkosaan


  1. Katakan pada si pemerkosa bahwa anda penderita AIDS ato positif HIV.
  2. Katakan pada si pemerkosa bahwa anda tengah datang bulan.
  3. Katakan pada si pemerkosa bahwa anda tengah hamil.
  4. Tawarkan pada si pemerkosa metode lain, misalnya oral. Jika ia mengiyakan, lakukan dan gigit Mr P nya sekeras mungkin. Lalu kabur lah sejauh mungkin.
  5. Katakan pada si pemerkosa bahwa anda kebelet pipis.
  6. Katakan pada si pemerkosa bahwa anda baru saja melakukan operasi ganti kelamin dan Katakan bahwa anda adalah homo.
  7. Jika si pemerkosa telah membuka bajunya dan anda tak punya cara lain untuk mengalihkan perhatiannya adalah dengan menarik bulu dadanya ato bulu keteknya sekeras mungkin.
  8. Berpura-puralah menjadi orang gila, teruslah tertawalah dan jangan terlihat panik, dengan demikian ia akan mengira bahwa anda sakit jiwa dan lalu meninggalkan anda.
  9. Jika si pemerkosa mencoba mencium anda, gigitlah lidahnya sekeras mungkin, jika bisa hingga ia berdarah.
  10. Jika semua cara tidak berhasil dan anda semakin dekat dengan pemerkosaan, tanyakan pada si pemerkosa, apakah ia mau memakai alat pengaman

Arti Warna Merah


Seorang pemuda pengendara sepeda motor, sedang melaju dengan kecepatan 180 km/jam melintasi jalan raya di tengah kota.

Ketika ia melihat didepannya ada sebuah perempatan dan lampu trafic light menunjukkan warna kuning, ia pun menambah gasnya, hingga pada waktu lampu merah menyala, ia terus melaju tanpa berhenti. Akibatnya, petugas polisi mengejar sang pemuda tersebut karena telah menerjang Lampu merah.

Tak beberapa lama kemudian, tertangkaplah si pemuda tersebut oleh polisi yang mengejarnya.

"Selamat siang, mas!" tanya polisi.

"Selamat siang, Pak!" jawab si pemuda.

"Mengapa anda tidak berhenti ketika lampu merah tadi menyala?" tanya sang polisi.

"Anda tidak tahu, apa artinya merah?" tanya polisi lagi.

"Berani, Pak!!" jawab si pemuda.

Terlalu Banyak Nama yang Sama


Morris membutuhkan seorang pengacara, lalu ia mengambil buku petunjuk telepon untuk mencari kantor pengacara yang bagus. Akhirnya dia menemukan "Kantor Pengacara Richardson, Richardson, Richardson, and Richardson".

Dia lalu menelepon kantor itu, "Bisa bicara dengan Pak Richardson?"

Orang yang menjawab telepon berkata, "Dia tidak ada, dia sedang bermain golf."

Kata Morris, "Baiklah, kalau begitu bisa saya bicara dengan Pak Richardson yang satunya lagi?"

"Oh, dia sudah tidak di sini lagi, dia sudah pensiun," jawab si penerima telepon.

"Kalau begitu, bisa saya bicara dengan Pak Richardson yang lainnya?"

"Dia ada di Boston sekarang dan akan ada di sana selama sebulan."

"Kalau begitu, bisa saya bicara dengan Pak Richardson yang mana saja deh?!," tanya Morris agak sedikit emosi"

"Ya, saya sendiri".

Tugas Polisi Baru


Suatu malam Dibyo ketika masih di Akademi Kepolisian di Candi, di pinggiran Semarang, mendapat tugas praktek lapangan untuk pertama kalinya diantar seorang sersan pelatih memasuki kota Semarang. Mereka sampai di sebelah tempat dekat perempatan jalan.

“Nah, kau lihat lampu merah itu? Kau bertugas di sana,” ujar sang sersan sambil menunjuk Trafic Light yang sedang menyala merah di perempatan jalan.

Semalaman taruna Dibyo tidak pulang-pulang. Sehari kemudian ia muncul dan langsung menghadap sang sersan pelatih.

“Ke mana saja engkau?” hardik sang sersan.

“Siap! Ke Solo, lalu balik kembali,” jawab Dibyo tenang tetapi tegas, “ ternyata lampu merah itu lampu belakang sebuah truck. Laporan selesai!”

Mengenal Saksi di Pengadilan


Di sebuah ruang pengadilan, sebuah kasus sedang digelar dengan menghadirkan saksi seorang ibu. Pengacara dari pihak penggugat mendapat giliran pertama untuk bertanya kepada saksi.

"Bu Padmi, Ibu tahu siapa saya?"

Bu Padmi: "Ya, saya tahu persis siapa kamu, bahkan sejak kecil. Kamu suka berbohong dan ngomongin orang di bekalang mereka. Aku tahu juga kamu suka berselingkuh dan aku merasa kasihan dengan istrimu. Selain itu kamu suka omong besar, yang sama sekali tidak berdasar."

Pengacara tersebut terkejut. Untuk mengatasi keterkejutannya, ia bertanya seadanya, "Bu Padmi pasti juga mengenal Pak Totok, pembela terdakwa kan?"

"Oh ya, tentu saja. Bahkan ibunya dulu sering menitipkannya kepadaku waktu ia masih kecil. Tak jauh beda dengan kamu, Totok juga mengecewakan. Ia pemalas, suka menggoda perempuan dan hidupnya seolah tanpa tujuan."

Begitu saksi selesai bicara, hakim memanggil kedua pengacara untuk mendekat. "Jika kalian menanyakan apakah ia kenal denganku, kalian akan aku masukkan ke penjara karena menghina pengadilan," kata hakim.

Kursi Listrik Untuk 3 Orang Wanita Pemabuk


Tiga orang wanita di kota Mexico yang sedang mabuk berat tertidur di pinggir jalan dan begitu bangun mereka sudah berada di dalam penjara. Mereka tidak ingat sama sekali apa yang sudah mereka lakukan tadi malam.

Wanita pertama, yang berambut coklat, diikat di kursi listrik dan dipersilakan memberikan kata-kata terakhirnya. Dia berkata, "Aku berasal dari Sekolah Teologi Baylor dan saya percaya pada Tuhan yang Mahakuasa bahwa Ia akan membela orang yang tidak bersalah."

Petugas eksekusi menekan tombol di kursi listrik tersebut, namun tidak terjadi apa-apa, sehingga mereka menganggap bahwa Tuhan tidak menginginkan orang ini mati, jadi mereka membebaskan dia. Giliran wanita kedua yang berambut merah, diikat di kursi listrik dan memberikan kata-kata yang terakhir, "Aku berasal dari Sekolah Hukum Texas dan aku percaya pada kekuatan keadilan yang akan membela orang yang tidak bersalah."

Petugas lalu menekan tombol kursi listrik itu, lagi-lagi tidak terjadi apa-apa. Mereka menganggap bahwa kuasa hukum berpihak pada wanita ini, jadi mereka membebaskan dia.

Wanita yang terakhir, berambut pirang, diikat di kursi listrik dan berkata, "Saya seorang sarjana teknik listrik dari Texas, dan sekarang juga saya akan memberitahu Anda, bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mati di kursi listrik ini jika kabel yang di ujung sana itu tidak ditancapkan pada stop kontak!"

Dimintai Keterangan Oleh Hakim


Seorang terdakwa sedang dimintai keterangannya dalam sebuah sidang. Pengacara dari pihak penuntut membuka dengan pertanyaan, "Di mana Anda berada pada tanggal 24 Agustus lalu?"

"Keberatan!" kata pengacara tersangka. "Tidak relevan!"

"Ohhh ... nggak pa pa ... nggak pa pa ...." kata si tersangka. "Saya tidak keberatan kok menjawab pertanyaan itu."

"Saya menolak," kata si pengacaranya itu sekali lagi.

"Ehh ... bener kok, nggak pa pa ... akan saya jawab," kata si terdakwa.

Sang hakim angkat bicara, "Jika terdakwa mau menjawab pertanyaan itu, tidak ada alasan bagi Anda untuk menolaknya."

Jadi pembela dari pihak penuntut mengulangi pertanyaannya kembali, "Di mana Anda berada pada tanggal 24 Agustus lalu?"

Sang terdakwa menjawab, "Saya tidak tahu!"

Alasan Membunuh Suami


Seorang wanita disidang dalam persidangan.

Hakim : "Mengapa kamu membunuh suamimu?"

Wanita: "Karena setiap bangun dia selalu bertanya kepada saya?"


Hakim : "Apa yg dia tanyakan sehingga anda membunuhnya?"

Wanita: "Dia bertanya -- 'Sedang ada dimana saya, Vivin?'"

Hakim : "Lalu, mengapa anda membunuhnya?"

Wanita: "Karena pak, nama saya Susan!!!"

Ditahan polisi karena memberikan keterangan berbelit-belit


Seorang pemuda terpaksa diamankan polisi karena memberikan jawaban yang berbelit-belit, ketika ia ingin menjenguk korban ledakan bom di kamar jenazah RSCM kemarin.

Ketika ditanya petugas, "Apa hubungan saudara dengan korban?"

Sang pemuda menjawab:
"Dia itu anaknya sepupunya keponakan pakdenya temannya kakak ipar eyang kakung saya..."

Tidak punya uang untuk menyewa pengacara


Pengacara: "Baiklah, Pak, Anda ingin saya membela Anda. Apa Anda mempunyai uang yang cukup untuk menggunakan jasa saya?"

Klien : "Tidak, saya tidak mempunyai uang sedikit pun, tapi saya punya mobil BMW!"

Pengacara: "Baiklah, Anda bisa membayar saya dengan mobil Anda. Sekarang, katakan apa tuduhan pengadilan terhadap Anda?"

Klien : "Mencuri BMW!"

Adu Hebat Korupsi


Suatu hari diadakan pertemuan koruptor dari seluruh dunia. Mereka saling membanggakan kelebihan mereka dalam korupsi.
Berikut percakapan mereka :

Koruptor Cina :
Di negara saya, korupsi dilakukan dibawah meja, sebab kalo ketahuan, pasti digantung.

Koruptor India :
Di negara saya, korupsi dilakukan diatas meja, sebab sudah bukan hal yang aneh lagi.

Koruptor Amerika :
Di negara saya, korupsi dilakukan bisa diatas meja atau di bawah meja, tergantung kebijakan politik negara saya.

Koruptor Indonesia :
Kenapa kalian segitu saja bangga?? Dinegara saya, korupsi bukan hanya diatas meja atau dibawah meja, MEJANYA PUN KAMI KORUPSI...!!!!

Cuma Salah Bahasa


Si Amat membuat spanduk yang tulisannya begini:

"SAVE THE COUNTRY, HANG TNI ... SAVE THE PEOPLE, HANG POLRI"

tentu saja ia lalu diciduk Aparat CJ.


Setelah diinterogasi, dia dilepaskan walau spanduknya dibakar.
Ternyata, maksud si Amat baik. Cuma, bahasa Inggrisnya kacau.
Arti spanduk itu dalam benak Amat adalah:
"Keselamatan Negara tergantung TNI, Keselamatan Rakyat tergantung Polri..."

Permintaan Terpidana Mati Sebelum Dieksekusi


Pada suatu hari seorang terpidana akan di eksekusi hukuman mati karena terbukti bersalah melakukan pembunuhan berantai.

Sebelum terpidana tersebut di eksekusi oleh regu penembak, seorang kepala regu penembak menanyakan permintaan terakhir sang terpidana.

"Apa permintaan terakhir kamu sebelum ditembak mati?" tanya kepala regu pada terpidana.

"Tolong senapannya diarahkan ke orang lain, Pak!" jawab sang terpidana.

Hukuman Untuk Guru


Hakim di suatu pengadilan sedang menanyakan kesalahan yang diperbuat oleh seorang terdakwa wanita.
"Kesalahan apakah yang diperbuat terdakwa?"

"Saya ditangkap ketika menyeberang jalan pada saat lampu merah."

"Apakah profesi terdakwa?"

"Oh, saya adalah seorang guru di Sekolah Dasar Palmerah."

Dengan wajah senang, hakim itu berdiri dan berkata,
"Delapan tahun lamanya, saya menanti-nantikan terdakwa berprofesi guru di Ruang Pengadilan Palmerah ini. Nyatanya, hari ini doa saya terkabul juga. Silakan ibu duduk disana dan tulis hukuman ini:
SAYA TIDAK BOLEH MENYEBERANG JALAN PADA SAAT LAMPU MERAH Sebanyak 500 kali!"

Pemerkosa Yang Depresi


Seorang pria, terdakwa kasus pemerkosaan, langsung shocked begitu mendengar vonis hakim yang mengadilinya.


"Melihat bukti-bukti yang kuat, serta keterangan para saksi begitu meyakinkan, dengan ini majelis hakim memutuskan :
Terdakwa terbukti bersalah dan diganjar hukuman 3 BULAN PENJARA. Selanjutnya barang bukti yang digunakan pelaku kejahatan disita negara untuk segera dimusnahkan."

Narapidana Yang Beruntung


Percakapan antara sesama narapidana di penjara:

Pesakitan I: "Kamu tahu, kita ini sangat beruntung."

temannya pesakitan II bertanya, "Oh ya? mengapa?"

Pesakitan I : "Kamu tahu, berapa orang sih, yang dapat mengatakan
'Dengan beradanya kita disini membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik?'"

Cara Menghindari Aids


3 orang tahanan sedang menghadapi hukuman mati. Oleh sipir penjara mereka diberi keleluasaan untuk memilih jenis hukuman mereka :
1. Ditembak mati
2. Digantung
3. Disuntik dengan virus AIDS

Yang pertama berkata, "Tembak aku di kepala !" (Dor.... dia langsung mati.)

Yang berikut minta, "Gantung saja aku !" (Sret.... dia langsung mati juga).

Yang terakhir minta, "Beri aku suntikan AIDS !" Mereka memberinya suntikan pertama dan napi tersebut malah tertawa terbahak-bahak. Para penjaga kebingungan dan heran, apakah ada yang salah? Maka napi itupun minta untuk disuntik lagi, maka penjaga penjara melakukannya. Sekarang napi itu lebih terbahak-bahak sampai terguling-guling di lantai, sampai-sampai kencing di celana segala.

Akhirnya kepala penjara bertanya kepadanya, "Kenapa sih kok kamu malah tertawa terbahak-bahak? Tidak takut kena AIDS ya ?"
"HA...ha....ha.... Kalian semuanya bodoh ! Aku kan pakai kondom !"