Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

If You Care Indonesia, Spread This Video


Fakta mengenai Industri dan bisnis rokok di Indonesia, penetrasi rokok dalam masyarakat Indonesia

Tahu ga? 
  • kalo harga rokok Marlboro di Amerika itu sekitar Rp 110.000,- ($ 12) per bungkus?
  • kalo ternyata pemilik Sampoerna saat ini adalah orang yang sama dengan Pemilik Marlboro?
  • kalo di Indonesia diperkirakan 400.000 orang per tahun meninggal oleh penyakit yang disebabkan oleh rokok?
Dalam Konferensi Dunia untuk Tembakau 2010 di Jakarta, Koresponden Christof Putzel pergi menyelinap dan melakukan pembicaraan dengan karyawan perusahaan tembakau. Ia juga melakukan wawancara dan investigasi langsung mengenai bocah perokok terkecil di Dunia.

Ia juga memaparkan mengenai fakta-fakta cengkraman bisnis tembakau global di Indonesia.


Jika anda berpikir boleh mendukung rokok untuk membantu membantu mereka yang bekerja dalam industri tembakau, maka datanglah ke Rumah sakit Jantung Harapan Kita dan pikirkan siapa yang bersedia membatu para pasien?

Tolak! World Tobacco Asia 2012

You Worry About Me. But Why Not About Your Self?

Grup Band Paling Berpengaruh Diindonesia


grup-grup baru menambah warna musik Indonesia. Namun di tengah semakin mudahnya grup band muncul ke permukaan, beberapa grup di tanah air ini diyakini menjadi pilar kokohnya musik tanah air. Memang grup-grup band berikut bukan awal kelompok musik yang ada di Indonesia, tetapi pengaruhnya dianggap luar biasa di Indonesia dari aliran, semangat dan jenis musik yang di usungnya, serta menjadi tiang pancang di eranya masing-masing. Berikut adalah 5 grup band yang dianggap bagian penting dari sejarah perjalan musik Indonesia :

1. The Tielman Brothers

The Tielman Brothers - 5 Grup Band Paling Berpengaruh di Indonesia - www.iniunik.web.id

Grup band Indonesia-Belanda ini pernah meraih sukses di pasar Eropa di era 1950-an. Bahkan ketenarannya bersama aliran rock n’ roll ini jauh sebelum The Rolling Stones dan The Beatles berjaya, Herman Tielman asal Kupang dan Flora Lorine Hess asal Semarang. Karier rekaman mereka dimulai ketika keluarga Tielman pada tahun 1957 hijrah dan menetap di Breda, Belanda.

The Tielman Brothers - 5 Grup Band Paling Berpengaruh di Indonesia - www.iniunik.web.id

The Tielman Brothers dengan personelnya, Andy (vokal, gitar), Reggy (gitar, banjo, vokal), Ponthon (Contrabass, gitar, vokal), Herman Lawrace (drum), Janette Loraine (Vokal) dipercaya lebih dulu memperkenalkan musik beraliran rock sebelum The Beatles.

The Tielman Brothers - 5 Grup Band Paling Berpengaruh di Indonesia - www.iniunik.web.id

Andy Tielman, sang frontman, bahkan dipercaya telah memopulerkan atraksi bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan jauh sebelum Jimmi Hendrix, Jimmy Page dan Ritchie Blackmore. The Tielman Brothers pernah tampil di hadapan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

2. Koes Plus

Koes Plus - 5 Grup Band Paling Berpengaruh di Indonesia - www.iniunik.web.id

Sebelumnya berdiri dengan nama Koes Bersaudara, dan tetapkan menjadi Koes Plus pada 1969 dan melejit di era-70an. Karya pelopor musik pop dan rock and roll di Indonesia ini terkenal abadi. Terbukti banyak grup baru membawakan lagu-lagunya dan dimasukan dalam sebuah album. Wajar jika Koes Plus merupakan raja sekaligus kiblat musik lantaran berhasil menciptakan 953 lagu yang terhimpun dalam 89 album. Personel terakhir saat bernama Koes Plus adalah Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo, dan Kasmurry atau yang lebih dikenal dengan nama Murry.

3. God Bless

God Bless - 5 Grup Band Paling Berpengaruh di Indonesia - www.iniunik.web.id

Grup band ini mampu bertahan hingga industri musik di Indonesia memasuki era modern, seperti tahun 2000. Prestasi paling fenomenal terjadi di tahun 1970 saat God Bless terpilih mejadi band pembuka grup rock legendaris dunia, Deep Purple di Jakarta tepatnya tahun 1975. Didirikan dengan nama Crazy Wheels oleh Ahmad “Iyek” Albar bersama Donny Fattah, Fuad Hasan dan Ludwig Lemans (gitaris Clover Leaf grup Iyek di Belanda) dan berganti nama menjadi God Bless, 5 Mei 1973.

God Bless - 5 Grup Band Paling Berpengaruh di Indonesia - www.iniunik.web.id

Grup yang dianggap bapanya grup rock di Indonesia ini, terkenal sering gonta-ganti personel. Single Semut Hitam dianggap lagu paling dikenal. Saat ini God Bless di isi, Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Yaya Moektio (drum) dan Abadi Soesman (keyboard). God Bless telah menelurkan enam album, God Bless (1975), Cemin (1980), Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), Apa Kabar (1997) dan 36th (2009), serta tiga album kompilasi, The Story of God Bless (1990), 18 Greatest Hits of God Bless (1992) dan The Greatest Slow Hits (1999).

4. Slank

Slank - 5 Grup Band Paling Berpengaruh di Indonesia - www.iniunik.web.id

Awalnya lahir dengan nama Cikini Stones Complex. Sesuai dengan nama grup, musik yang dibawakannya milik Rolling Stones. Kejenuhan dalam mengusung lagu milik orang lain membuat sang pentolan Bimo Setiawan Sidharta (Bimbim) membentuk grup baru pada 26 Desember 1983 dengan nama Slank.

Slank - 5 Grup Band Paling Berpengaruh di Indonesia - www.iniunik.web.id

Awal formasi Bimbim (Drum), Bongky (Bass), Pay (Gitar), Kaka (Vokal) dan Indra (Keyboard), Slank membuka khasanah musik Indonesia dengan konsep yang dianggap berani yaitu rock and roll dan blues. Padahal pada saat itu, nuansa rock masih kental. Sedangkan warna yang ditawarkan Slank tidak komersial.

Namun loyalitas Slankers menjadikan Slank diyakini sebagai grup dengan fans terbanyak. Slank juga diyakini sebagai grup dengan bayaran termahal dengan 500 juta rupiah pershow. Setelah personelnya terlepas dari narkoba Slank semakin berjaya hingga melahirkan 17 album studio, empat album live dan tiga album bertema film. Kini Slank berpersonel Bimbim (drum), Kaka (vokal), Mohammad Ridwan Hafiedz atau Ridho (gitar), Abdee Negara (gitar) dan Ivanka (bass). Bersama formasi inilah Slank pernah tur Amerika.

Drummer Indonesia Melampaui Rekor Drummer Amerika Pecahkan Rekor Dunia


Kunto Hartono, drummer asal Banyuwangi, berhasil memecahkan rekor dunia (Guinness World Records) sebagai penggebuk drum terlama mengalahkan drummer asal Amerika Serikat, Russ Prager yang menggebuk drum selama 120 jam secara terus menerus.

Rekor dunia tersebut dipecahkan Kunto Hartono selama 121 jam tepat pukul 07.30 WIB di halaman Balai Kota Malang, Jawa Timur, Minggu.

Pemecahan rekor dunia itu rencana awalnya tepat pada malam pergantian tahun 2012 atau paling lambat Minggu (1/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, terpaksa mundur karena waktu dimulainya menggebuk drum (Selasa, 27/12) juga mundur karena beberapa kendala teknis.

Pada hari pertama hingga ketiga, drumer asal Banyuwangi itu masih segar bugar dan staminanya masih fit.

Namun, memasuki hari keempat (Jumat, 30/12) badan Kunto sudah mulai lemas, bahkan stiknya sempat jatuh dua kali dan diperiksa secara intensif oleh tim medis yang bersiaga di lokasi.

Setelah mendapatkan suntikan moral dari anak dan istrinya serta penonton, Kunto kembali menggebrak dengan lagu-lagu "slow rock` mengiringi band-band lokal.

Bahkan, ketika menjelang pergantian tahun, sederetan band-band lokal maupun dari luar daerah memberikan semangat dengan menggelar parade band yang diselingi dengan pesta kembang api sepanjang malam hingga dini hari.

Hingga pesta pergantian tahun usai, Kunto masih tetap semangat untuk menuntaskan ambisinya sebagai penggebuk drum terlama di dunia dan akhirnya berhasil diraih tepat pukul 07.30 WIB.

Usai menyabet predikat sebagai penabuh drum terlama, Kunto langsung dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk memulihkan kondisi kesehatannya yang melemah akibat tidak tidur dan istirahat sama sekali selama 121 jam lebih.
Sumber: ANTARA News (1-01-2012)

Penampilan Terakhir ST12


KapanLagi.com
Menjelang pergantian tahun 2011 - 2012, Grup band ST12 terlihat kembali mengisi sebuah acara di Taman Mini Indonesia Indah. Mungkinkah ketiganya kembali bersama? Jika melihat pada kesempatan tadi malam, Charly cs nampak begitu akrab.

Seakan melepas kerinduannya, Charly sesekali menghampiri kedua temannya, Pepep dan Pepeng. Aksi panggung ketiganya juga ternyata mampu mengajak seluruh penonton yang berada di TMII itu bergoyang dan menikmati setiap lagu yang dibawakannya.

“Memang bukan keputusan mudah, tapi ini persembahan terakhir kami,” ujar Charly, Sabtu (31/12/2011) malam.

Mereka pun menandai perpisahan dengan lagu ‘Saat Terakhir’. Charly, Pepep dan Pepeng juga sempat berpelukan menandai perpisahan mereka.

“Terimakasih semua, terimakasih ‘ST Setia’,” Seru Charly menutup penampilan.

sumber : detikHOT

Revalina S Temat


Wallpaper Artis Revalina S. TematRevalina S Temat lahir di Jakarta pada tanggal 26 November 1985. Putri pasangan Sayuti Temat dan Rachmaniar itu merupakan anak ketiga dari empat bersaudara.

Karir wanita yang akrab dengan nama panggilan Reva ini diawali sebagai bintang model. Reva yang pernah menjadi Juara Favorite Gadis Sampul 1999 Majalah Gadis, kemudian melebar sebagai aktris sinetron dan layar lebar. Ia pernah menjadi model untuk produk Clear, Relaxa bersama DJ Winky dan Red A.

Ia juga telah membintangi beberapa sinetron diantaranya PERCIKAN SANGKURIANG, CINTAKU DI KAMPUS BIRU 2, JP ASYIKNYA PACARAN, BAWANG MERAH BAWANG PUTIH, DARA MANISKU, HIKMAH 2 dan KEMBANG SURGA. Film TV CINTA DENGAN LUKA (2002) dan GERANGAN CINTA (2003).

Bintang video clip Kupilih Dia (Cokelat, 2004) dan Juwita (Yovie & The Nuno) itu juga berakting di layar lebar. Film terbaru yang dibintanginya POCONG 2 dirilis akhir 2006.

Reva semakin memantapkan aktingnya di layar lebar dengan menjadi pemeran utama film PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN (PBS). Film garapan sutradara Hanung Bramantyo ini diangkat dari Novel karya Abidah Al Khalieqy yang mengisahkan perjuangan dan pengorbanan seorang muslimah bernama Annisa yang diperankan oleh Reva. Melalui akting dalam film tersebut , Reva meraih penghargaan pertamanya sebagai Pemeran Utama Wanita Terfavorit dalam ajang Indonesian Movie Awards 2009.

Nikita Willy


 Wallpaper Nikita Willy - Artis Indonesia

Nikita Willy adalah bintang  muda Indonesia, yang telah membintangi sejumlah iklan, sinetron dan film layar lebar. Nikita mulai dikenal publik saat berperan dalam sinetron ROMAN PICISAN bersama aktor asal Papua, Evan Sanders.

Perempuan kelahiran Jakarta, 29 Juni 1994 ini mulai berkarir sejak usia enam tahun. Diantaran sinetron yang pernah dibintanginya adalah BULAN BINTANG. Disusul kemudian sinetron seperti ROMAN PICISAN, RATU MALU DAN JENDRAL KANCIL, SI CECEP, HABIBI DAN HABIBAH, PACAR PILIHAN, PENGANTIN KECILKU dan sebuah FTV, MAK COMBLANG JATUH CINTA.

Sementara sebagai model iklan, Nikita pernah menjadi model iklan untuk permen Milton, Citra Body Lotion, kosmetik Pigeon, makanan Choki-Choki, detergent Total, Holland Bakery, Bank BNI, Bank BII dan wafer coklat Roma.

Wallpaper Nikita Willy - Artis Indonesia

Pemain bintang film BESTFRIENDS? mendapat kesempatan untuk bermain sinetron stripping di awal 2009, NIKITA. Sinetron yang disutradarai oleh Maruli Ara dan Gita Asmara ini, Nikita harus beradu akting dengan aktor Dude Harlino.

Dalam sinetron yang dibitanginya tidak jarang ia harus berperan sebagai karakter yang jauh lebih dewasa dari umur sebenarnya.

Putri Titian


Putri Titian Asih atau biasa diapnggil dengan nama Tian adalah seorang bintang di dunia sinetron Indonesia. Tian terkenal dengan aktingnya dalam mini seri Jungkir Balik Dunia Sissy.

Selain itu, ia juga pernah tampil membintangi Film Televisi (FTV) Ajari Aku Cinta, bersama Gita Gutawa. Disusul kemudian sinetron lajutan Jungkir Balik Dunia Sissy, Dunia Sissy Jungkir Balik Lagi.

Putri juga dikenal sebagai bintang iklan sejumlah produk, termasuk di antaranya, produk untuk snack Chitato, Chiki JetZet, Pepsodent Extra, XL, Mie Gelas, Nokia,Kacang Iyes, dan Yamaha Mio.

Pendukung FTV Jomblo So What Gitu Loh ini terlahir di Palembang, 7 April 1991, tercatat sebagai siswi SMA Negeri 4 Gambir, Jakarta Pusat.

Miyabi dalam Balutan Kebaya


Bintang porno asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, diam-diam datang ke Indonesia untuk syuting film layar lebar berjudul 'Hantu Tanah Kusir'. Ini kedatangan kedua Miyabi ke Indonesia untuk syuting layar lebar. Sebelumnya ia membintangi film 'Mengejar Miyabi'.

Saat Miyabi akan datang, sempat menuai kontroversi. Sejumlah kalangan menolak kedatangan artis keturunan Kanada tersebut. Bahkan ada kelompok massa yang akan mencegatnya di Bandara Soekarno Hatta.

Produser film Maxima Picture diam-diam mendatangkannya pada pertengahan Oktober lalu. Selama 14 hari, Miyabi berada di Jakarta dan Puncak Bogor untuk syuting film. Ia tampak menikmati suasana khas Indonesia, dengan naik delman dan mengenakan pakaian kebaya.

Miyabi dalam salah satu adegan di film 'Hantu Tanah Kusir'. Foto: dokumen Maxima Pictures


Miyabi beradu akting dengan Zaki Zimah dalam film 'Hantu Tanah Kusir'. Foto: dokumen Maxima Pictures


Miyabi dan Zaki Zimah saat syuting 'Hantu Tanah Kusir'. (Foto: dok. Maxima Pictures)


Miyabi (pake kebaya) dan Zaki Zimah saat syuting 'Hantu Tanah Kusir'. (Foto: dok. Maxima Pictures)


Miyabi dan Zaki Zimah saat syuting 'Hantu Tanah Kusir'. (Foto: dok. Maxima Pictures)


Miyabi dan Zaki Zimah saat syuting 'Hantu Tanah Kusir'. (Foto: dok. Maxima Pictures)


Miyabi dan kru Maxima Pictures saat syuting 'Hantu Tanah Kusir'. (Foto: dok. Maxima Pictures)


Miyabi dan Zaki Zimah saat syuting 'Hantu Tanah Kusir'. (Foto: dok. Maxima Pictures)


Miyabi dan Zaki Zimah saat syuting 'Hantu Tanah Kusir'. (Foto: dok. Maxima Pictures)

gen22.blogspot.com/VIVAnews

Intel Indonesia Lebih Hebat


Ditengah carut marutnya wajah lembaga intelijen kita, masih ada satu hal yang membuat kita bangga. Ternyata dalam hal menerapkan kerahasiaan dalam tugas, intelijen Indonesia-lah yang menerapkannya pada level yang paling ketat.

Di Inggris, agen MI6 biro yang satu tidak mengetahui apa yang dikerjakan oleh agen MI6 dari biro lainnya.

Di Israel, agen Mossad satgas yang satu tidak mengetahui apa yang dikerjakan rekannya dari satgas lain.

Di Amrik, agen CIA bahkan tidak tahu apa yang dikerjakan sesama agen di sebelahnya.

Tapi itu belum apa-apa dibanding agen indonesia. Di sini seorang intel tidak tahu apa yang dia kerjakan.

10 Orang Asing Menari "Lenggang Suroboyo"


Tarian tradisional masih menjadi daya tarik Indonesia. Seperti tari lenggang Suroboyo yang menarik perhatian 10 orang voulenteer dari International Business Machines (IBM).

10 Orang asing yang berasal dari Amerika, Romania, India, Inggris, Irlandia, Brazil dan Australia ini tentu saja membuat para undangan yang hadir dalam acara farewell party yang digelar di ruang aula STIE Perbanas Surabaya, senyum-senyum melihat dengan lenggak-lenggoknya.

"Tarik sir... Ayo goyang ..," kata salah satu undangan sambil tertawa di ruang aula STIE Perbanas Surabaya, Jumat (22/10/2010). Acara ini merupakan upaya IBM Coorporate Services Corps untuk mendukung lembaga pendidikan melalui kemampuan managemen, bisnis dan IT yang dibutuhkan pasar.

"Kita mengirimkan 10 konsultan dari berbagai bidang untuk membantu lembaga pendidikan di Surabaya," kata Country Manager Marketing IBM, Hartini Harris kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

Selama sebulan para konsultan IBM ini akan tinggal di Surabaya dan bekerja sama dengan ITS, STIE Perbanas dan PKPU. "Nantinya kita di sini akan membangun sistem IT serta memberi masukan isi kurikulum, alih kecakapan dan membantu membangun hubungan antar perusahaan dan antara dunia usaha dengan pemerintah," jelasnya.

Ia optimistis, pengadaan program ini dapat memberikan manfaat bagi para sukarelawan maupun kalangan civitas akademika yang menjadi tuan rumah. "Sementara itu, bagi pelanggan program itu bisa mempertinggi kompetensi, profesionalisme, dan belajar hal baru dalam hubungan kemanusiaan secara universal," kata Kepala Unit Kerjasama STIE Perbanas, Rovilla El Maghviroh.

Dewi Persik Direkrut Republik Cinta: Ahmad Dhani Ternyata Suka Dangdut Juga


Puri dan Tata 'Mahadewi' mengungkapkan jika sebenarnya punggawa band Dewa (Ahmad Dhani) juga menyukai musik dangdut. Dengan direkrutnya Dewi Persik ke dalam RCM, menurutnya, malah akan semakin memperkaya warna musik yang ada. "RCM ada musik rocknya, popnya, dangdutnya. Terserah Mas Dhani lah," tukas Tata.

"Mas Dhani pernah terus terang senang dengan musik dangdut, tapi enggak bisa nyanyi dangdut karena enggak semua bisa nyanyi dangdut. Nyanyi dangdut tuh susah," papar Tata ditemui di Studio Cawang, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Diakuinya, Dhani tidak pernah mencibir jenis musik apapun. Apalagi, Tata juga mengagumi kejeniusan Dhani dalam mengarang lagu. "Mas Dhani komposer yang hebat. Dia jenius. Kalau buat lagu tuh pasti booming. Wawasan tentang musik memang luas," tukasnya.

Indonesian students in Japan Objected to The Plan of Miyabi Arrival to Indonesia


Polemic of Miyabi presence was not only getting a response from the community in Indonesia, but also people abroad. Indonesian students in Japan also respond to the planned arrival of Japanese hot movie star was to Indonesia.

Minister of Culture and Tourism, Ad Interim, M Noah, admitted that he had received a letter objected to the plan of Miyabi arrival to Indonesia from Indonesian students in Japan.

This problem''(Miyabi case, red) was not only conveyed by the Indonesian community in the country, but also from abroad, including the association of Indonesian students in Japan,'' said M Noah in his office, Wednesday (14/10).

Miyabi, a complete actress named Maria Ozawa, in his native land was his profession as a movie star and a model for porn movies. Maxima Pictures intend to use these actresses for the national film production titled 'Kidnapping Miyabi'. But the plan was later canceled after a harsh response from most people.

Puteri Indonesia 2009 : Qory Sandioriva


Name Qory Sandioriva skyrocketed because participation in the electoral arena Puteri Indonesia 2009. Beautiful girl who was born in Jakarta, August 17, 1991 represents the region of Aceh.

Daugther of Jatmika Dicky Ustama and Hj. Fariyawati successfully won a crown Puteri Indonesia 2009 during the year ahead. For her success on Puteri Indonesia 2009 , Qori would represent Indonesia at Miss Universe next year (2010).

Qory currently registered as a student in University of Indonesia majoring in French Literature. Before being in this arena Puteri Indonesia, he had starred in several television movie and soap opera.

Prior achievement as Miss Indonesia 2009, Qory also achievement in the field of sound and martial appeal, the Champion 1 Vocal & Band Al-Azhar Indonesia and 1 Fighting Champion Pencak Silat.

Qory Sandioriva, Puteri Indonesia 2009


Pada malam penganugerahan Puteri Indonesia di Teater Tanah Airku Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Jumat (9/10), Qori Sandioriva, finalis dari Nanggroe Aceh Darusalam terpilih sebagai Puteri Indonesia 2009. Qori berhasil menyisihkan 37 finalis lainnya yang berasal dari 33 provinsi. Atas keberhasilannya, Qori berhak mewakili Indonesia pada ajang Miss Universe tahun depan.

Pada babak tiga besar, Qori mengalahkan finalis asal Sumatra Barat, Zukhriatul Hafizah, yang menjadi runner up I dan Isti Ayu Pratiwi, finalis asal Maluku Utara yang menjadi runner up II. Sedangkan Tien Virginia Arisol, finalis asal Papua Barat berhasil meraih dua gelar sekaligus, yaitu Puteri Favorit dan Puteri Persahabatan.

Malam penganugerahan Puteri Indonesia juga dihadiri Miss Universe 2009 Stefania Fernandes. Rencananya, Stefania akan melelang baju yang dibubuhi tandatangannya untuk disumbangkan bagi korban gempa di Padang, Sumatera Barat.

Emang Dasar


Wali

Aku tahu kamu
Kamu seorang bajingan
Aku tahu kamu
Kau banyak jurus andalan

Matamu stereo
Lihat kekiri kekanan
Apalagi menawan
Pasti bakal kebobolan

Tapi ada Satu
Hal yang harus kamu tahu
Wanita juga tak mau
Bila terus terus kau tipu

Satu pasangan tak cukup
Dua simpanan juga tak cukup
(emang dasar ah emang dasar)
Eh dasar kamu bajingan

Kamu mau apalagi
Kamu mau yang gimana lagi
(ah emang dasar emang dasar)
Eh dasar kamu bajingan

Tapi ada Satu
Hal yang harusnya kamu tahu
Wanita juga tak mau
Bila terus terus kau tipu

Satu pasangan tak cukup
Dua simpanan juga tak cukup
emang dasar emang dasar
Eh dasar kamu bajingan

Kamu mau apalagi
Kamu mau yang gimana lagi
emang dasar emang dasar
Eh dasar kamu bajingan

Satu pasangan tak cukup
Dua simpanan juga tak cukup
emang dasar emang dasar
Eh dasar kamu bajingan

Bayi Raksasa (8,7 Kg) Lahir di Indonesia


Seorang ibu di Medan melahirkan bayi laki-laki seberat 8,7 kg, Rabu (23/9). Bayi yang masih belum bernama ini memiliki panjang 62 cm dan lahir dengan cara cesar Rumah Sakit umum di Sumatera Utara.

“Bayi yang berat ini membuat operasi berlangsung agak berat, terutama saat proses mengambilnya keluar dari rahim sang ibu. Kakinya besar sekali,” ujar Dr. Binsar Sitanggang Sp.OG

Bayi lelaki ini lahir dalam keadaan sehat meski harus diberi selang oksigen karena mengalami gangguan pernapasan. “Makannya cukup banyak, hampir tidak pernah berhenti minum ASI setiap menit,” ujar Binsar.

“Bayi ini sungguh luar biasa, caranya dia menangis tidak seperti bayi pada umumnya. Sangat keras.”

Menurut Binsar, berat badan yang luar biasa besarnya (giant baby) ini merupakan akibat penyakit diabetes yang diderita ibunya Ani (41). Ani sebelumnya sempat dibawa ke bidan saat hendak melahirkan. Namun karena ada komplikasi, anak keempat Ani ini akhirnya harus lahir di rumah sakit dengan bantuan dokter.

Menurut American College of Obstetricians and Gynaecologists, saat seorang ibu hamil mengalami kenaikan kadar gula secara tidak normal, bayi yang lahir pun akan menerima terlalu banyak glukosa dan tumbuh menjadi besar (raksasa).

Sebelumnya pernah ada bayi dengan berat 6,9 kg yang lahir di tahun 2007 di Indonesia, tepatnya di Jakarta dan sempat masuk museum rekor Indonesia.

Sumber: Kompas

Michelle Branch


Michelle Branch (born July 2, 1983) is an American singer-songwriter and guitarist. During the early 2000's, she released two top-selling albums, The Spirit Room and Hotel Paper, as well as singles such as "Everywhere," "All You Wanted," "Are You Happy Now?," and the Grammy-winning collaboration with Santana, "The Game of Love." She was nominated in 2003 for the Grammy Award for Best New Artist. Following her marriage and subsequent pregnancy in 2004, Branch placed her career on hold. In 2005, she formed the country music duo The Wreckers with friend and fellow musician Jessica Harp, and produced a Grammy-nominated single "Leave the Pieces." Despite that success, the band took a break in 2007 to pursue their solo careers. Her new album Everything Comes and Goes will explore her acoustic/alternative musical roots as well as country music, and will be released in 2009.

Biography
1983-2000: Early life and Broken Bracelet

Michelle Jacquet DeSevren Branch was born on July 2, 1983 in Sedona Arizona to an Irish father and a mother of Dutch Indonesian ancestry. She was named after the Beatles song Michelle and her surname is of French origin. When she was 8 years old she began taking voice lessons from Julie Carrick near St. Mary's School in Flagstaff, AZ. Branch received a guitar for her fourteenth birthday from her uncle and she immediately taught herself chords, and she composed her first song within a few days. During high school, she began writing songs extensively. She initially attended Sedona Red Rock High School but was soon continuing her education through home schooling. Branch's career began with the release of Broken Bracelet, an album released on the independent record label Twin Dragon Records on June 1, 2000. Its title was inspired by an occurrence at a Lisa Loeb concert she attended. Before the concert began, musician Steve Poltz gave her a bracelet made by pop singer Jewel; he told Michelle that "when it breaks, you'll be famous." A year later the bracelet snapped and she thought nothing of it.

2001-2004: The Spirit Room and Hotel Paper

Branch soon signed a recording deal with Maverick Records while opening for Hanson in December 2000. Her first album for the label The Spirit Room was released in August 2001, producing the hit single "Everywhere," which won the 2003 MTV Video Music Awards Viewer's Choice Award. This was followed by "All You Wanted" and "Goodbye to You." Comparisons to other popular singers Marion Raven, Avril Lavigne, and Vanessa Carlton soon followed, all of whom rose to prominence at around the same time. In 2002, her career as an artist began to blossom when she teamed up with Santana on the song "The Game of Love," which went on to win a Grammy Award for Best Pop Collaboration with Vocals. She would then earn a Grammy nomination in 2003 for Best New Artist, but was edged out by Norah Jones. Her second album Hotel Paper was released in 2003 and was met with mixed reviews. The lead single "Are You Happy Now?" was a chart success, and was nominated for the Grammy Award for Best Female Rock Vocal Performance, but was edged out by Pink's "Trouble." The following singles, however, "Breathe" and "'Til I Get over You," did not match the first single's success. Branching out into television, she appeared in several shows, including Buffy the Vampire Slayer, American Dreams, and Charmed. In June, 2004 she hosted MTV's "Faking the Video" alongside Nick Lachey and JC Chasez. She also appeared in the Rob Schneider film The Hot Chick.

2005-2007:The Wreckers

Branch decided to collaborate with her backup singer and longtime friend Jessica Harp on a new project in July, 2005. They were initially known as the "The Cass County Homewreckers" as a joke by Branch's husband, but they trimmed it down to The Wreckers. Their album attempted to combine their respective genres, pop rock and country. It was originally slated for release in June, 2005 but was delayed because of reasons surrounding Branch's pregnancy. The duo's first single "Leave the Pieces" was released in February, 2006, while their album Stand Still, Look Pretty was released in May. During this period, they contributed to Santana's album All That I Am, with the song "I'm Feeling You," appeared in the American teen television drama One Tree Hill, and joined country music stars Rascal Flatts and Gary Allan on a U.S. tour. They initially toured with Gavin DeGraw. The album did not satisfy some of her fans, who voiced their displeasure on the message boards for The Wreckers' official website, which had to be shut down. Despite the negative backlash, the group was nominated for the 2006 CMA Awards Vocal Duo of the Year and for a Grammy Award for Best Country Performance by a Duo or Group with Vocal for the song "Leave the Pieces" in December, 2006. Stand Still, Look Pretty was certified Gold by the RIAA with sales of 851,000 copies as of March 2009. As of early August, 2007, Branch and Jessica Harp announced on the band's official message board that they were putting the band on hold while they moved forward with solo albums. Subsequent press statements have made it clear that The Wreckers, at least as a partnership between Branch and Harp, is no more.

2008-present: Everything Comes And Goes

Immediately thereafter, Branch wrote an unreleased song for Mandy Moore's 2007 album Wild Hope and also wrote "Together" for the soundtrack of The Sisterhood of the Traveling Pants 2. In October 2007, she announced that she was working on a new solo album and later reported the title would be Everything Comes and Goes. In June 2008, she played several live shows in preparation for the album's release with her sister Nicole singing backing vocals. She was also quoted in Billboard as saying the album would retain a country flavor. A few song titles discussed were "Long Goodbye," "Texas In The Mirror," "This Way," and the ballad "Crazy Ride." On her web site, Branch put up a 46-second clip of her new single "This Way" and in February 2009 released the full song as a free download for her web site's members. Also in early 2009, she sang the song "I Lose My Heart" in a duet with Chris Isaak on his new album Mr. Lucky. The first single from the album "Sooner Or Later" was released on July 28, 2009. In August 2009 during a live show at The Grove in Los Angeles, Michelle confirmed the album is to be released in November 2009.

Personal life

Branch married her bass player Teddy Landau in Mexico on May 23, 2004, and gave birth to a baby girl named Owen Isabelle on August 3, 2005. Her other relatives include an older half-brother named David, a younger sister named Nicole, a maternal grandmother, who was held by the Japanese in an internment camp during World War II, and a maternal grandfather, who was French and Indonesian. During 2007, she sold her Calabasas home, and in January 2008 moved to Nashville. On June 15, 2008, Branch announced on her official message board that she will be fulfilling a lifelong dream by opening a bakery in Nashville called "The Sugar Bar" with pastry chef Rebekka Seale. Unfortunately, the plan was postponed so that she could focus on her music career.

Musical style

Branch owns at least fourteen guitars, but mainly uses a Gibson Hummingbird after retiring her blue Taylor 614ce. In addition to the guitar, she also plays other instruments such as the piano, drums, and mandolin. She states that her music has been influenced by The Beatles, Led Zeppelin, Queen, Aerosmith, Patsy Cline, Cat Stevens, Stevie Nicks, and Joni Mitchell, but also enjoys listening to more contemporary artists such as Incubus, Soundgarden, Nirvana, Stone Temple Pilots, Metallica, Silverchair, Madonna, Lisa Loeb, Sheryl Crow, and Patty Griffin. Her other interests include classical music and older country music.

Boaz Solossa


Boaz Solossa (born in West Papua) is an Indonesian footballer. His brother, Ortizan, is also a footballer. Boaz plays at Persipura while Ortizan plays at Persija. They met in a match at the 2005 Liga Indonesia final, where Persipura beat Persija 3-2.

Boaz was born in the Solossa family, a well-known family in the province of West Papua. His uncle, Jaap Solossa, was the governor of Papua before he died last year. Boaz was born in a footballing family as well, being the youngest of five children. Almost all of them were professionals, including his brother Ortizan and Nehemia Solossa.

Boaz is considered to be a bright prospect in Indonesian football after performing brilliantly in the 2004 Tiger Cup, where Indonesia was defeated by Singapore in a home and away match, which resulted in an aggregate score of 5-2 to Singapore. In the group phase, Boaz managed to score 4 goals and along with Ilham Jayakesuma, who scored 5 goals, both led the top scorers chart. He is well-known for his two-footedness, born as a left-footed but is equally dangerous with his right.

Nevertheless, Boaz was unable to perform for Persipura for almost 6 months due to an incident where he and his Persipura teammates assaulted a referee officiating one of Persipura matches in the 2004-2005 season. During the time he was out of action, many considered his skills to drop and his prospect wasted. This resulted in the Indonesian national team manager Peter Withe crossing his name off the team list from the national team in 2006. He also has a bad reputation due to his alcoholism, which also contributed to his decline in form over the past year although Boaz stated that he is trying his best to quit and gain back his place in the Indonesian national team.

WS Rendra (Si Burung Merak)


Willibrordus Surendra Broto Rendra (lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935 – wafat di Jakarta, 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah.

Masa kecil
Rendra adalah anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik, Solo, di samping sebagai dramawan tradisional; sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu

Pendidikan
* TK Marsudirini, Yayasan Kanisius.
* SD s/d SMU Katolik, St. Yosef, Solo - Tamat pada tahun 1955.
* Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta - Tidak tamat.
* mendapat beasiswa American Academy of Dramatical Art (1964 - 1967).

Rendra sebagai sastrawan
Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi, cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. Bukan hanya menulis, ternyata ia juga piawai di atas panggung. Ia mementaskan beberapa dramanya, dan terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat.

Ia petama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. Setelah itu, puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu, seperti Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya, terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an.

"Kaki Palsu" adalah drama pertamanya, dipentaskan ketika ia di SMP, dan “Orang-Orang di Tikungan Jalan” adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk berkarya. Prof. A. Teeuw, di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989), berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan 45, Angkatan 60-an, atau Angkatan 70-an. Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri.

Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di antaranya bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Jepang dan India.

Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri, di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979), The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985), Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985), The First New York Festival Of the Arts (1988), Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989), World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan Tokyo Festival (1995).

Bengkel Teater
Pada tahun 1961, sepulang dari Amerika Serikat, Rendra mendirikan grup teater di Yogyakarta. Akan tetapi, grup itu terhenti karena ia pergi lagi ke Amerika Serikat. Ketika kembali lagi ke Indonesia (1968), ia membentuk kembali grup teater yang bernama Bengkel Teater. Bengkel Teater ini sangat terkenal di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air. Sampai sekarang Bengkel Teater masih berdiri dan menjadi basis bagi kegiatan keseniannya.

Penelitian tentang karya Rendra
Profesor Harry Aveling, seorang pakar sastra dari Australia yang besar perhatiannya terhadap kesusastraan Indonesia, telah membicarakan dan menerjemahkan beberapa bagian puisi Rendra dalam tulisannya yang berjudul “A Thematic History of Indonesian Poetry: 1920 to 1974”. Karya Rendra juga dibicarakan oleh seorang pakar sastra dari Jerman bernama Profesor Rainer Carle dalam bentuk disertasi yang berjudul Rendras Gedichtsammlungen (1957—1972): Ein Beitrag Zur Kenntnis der Zeitgenossichen Indonesischen Literatur. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin: Hamburg 1977.

Penghargaan
* Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Yogyakarta (1954)
* Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956)
* Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970)
* Hadiah Akademi Jakarta (1975)
* Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976)
* Penghargaan Adam Malik (1989)
* The S.E.A. Write Award (1996)
* Penghargaan Achmad Bakri (2006).

Kontroversi pernikahan, masuk Islam dan julukan Burung Merak
Baru pada usia 24 tahun, ia menemukan cinta pertama pada diri Sunarti Suwandi. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959 itu, Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta. Satu di antara muridnya adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat, putri darah biru Keraton Yogyakarta, yang bersedia lebur dalam kehidupan spontan dan urakan di Bengkel Teater. Tugas Jeng Sito, begitu panggilan Rendra kepadanya, antara lain menyuapi dan memandikan keempat anak Rendra-Sunarti.

Ujung-ujungnya, ditemani Sunarti, Rendra melamar Sito untuk menjadi istri kedua, dan Sito menerimanya. Dia dinamis, aktif, dan punya kesehatan yang terjaga, tutur Sito tentang Rendra, kepada Kastoyo Ramelan dari Gatra. Satu-satunya kendala datang dari ayah Sito yang tidak mengizinkan putrinya, yang beragama Islam, dinikahi seorang pemuda Katolik. Tapi hal itu bukan halangan besar bagi Rendra. Ia yang pernah menulis litani dan mazmur, serta memerankan Yesus Kristus dalam lakon drama penyaliban Cinta dalam Luka, memilih untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari perkawinannya dengan Sito, 12 Agustus 1970, dengan saksi Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi.

Peristiwa itu, tak pelak lagi, mengundang berbagai komentar sinis seperti Rendra masuk Islam hanya untuk poligami. Terhadap tudingan tersebut, Rendra memberi alasan bahwa ketertarikannya pada Islam sesungguhnya sudah berlangsung lama. Terutama sejak persiapan pementasan Kasidah Barzanji, beberapa bulan sebelum pernikahannya dengan Sito. Tapi alasan yang lebih prinsipil bagi Rendra, karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya. Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai, katanya sambil mengutip ayat Quran, yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher seseorang.

Toh kehidupannya dalam satu atap dengan dua istri menyebabkan Rendra dituding sebagai haus publisitas dan gemar popularitas. Tapi ia menanggapinya dengan ringan saja. Seperti saat ia menjamu seorang rekannya dari Australia di Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta. Ketika melihat seekor burung merak berjalan bersama dua betinanya, Rendra berseru sambil tertawa terbahak-bahak, Itu Rendra! Itu Rendra!. Sejak itu, julukan Burung Merak melekat padanya hingga kini. Dari Sitoresmi, ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati

Sang Burung Merak kembali mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida, istri ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. Tapi pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran Maryam, Rendra menceraikan Sitoresmi pada 1979, dan Sunarti pada tahun 1981.

Beberapa karya
Drama

  • Orang-orang di Tikungan Jalan (1954)
  • Bip Bop Rambaterata (Teater Mini Kata)
  • SEKDA (1977)
  • Selamatan Anak Cucu Sulaiman (dimainkan 2 kali)
  • Mastodon dan Burung Kondor (1972)
  • Hamlet (terjemahan dari karya William Shakespeare, dengan judul yang sama)-dimainkan dua kali
  • Macbeth (terjemahan dari karya William Shakespeare, dengan judul yang sama)
  • Oedipus Sang Raja (terjemahan dari karya Sophokles, aslinya berjudul "Oedipus Rex")
  • Lisistrata (terjemahan)
  • Odipus di Kolonus (Odipus Mangkat) (terjemahan dari karya Sophokles,
  • Antigone (terjemahan dari karya Sophokles,
  • Kasidah Barzanji (dimainkan dua kali)
  • Perang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan dari karya Jean Giraudoux asli dalam bahasa Prancis: "La Guerre de Troie n'aura pas lieu")
  • Panembahan Reso (1986)
  • Kisah Perjuangan Suku Naga (dimainkan 2 kali)

Sajak/Puisi
  • Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)
  • Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta
  • Blues untuk Bonnie
  • Empat Kumpulan Sajak
  • Jangan Takut Ibu
  • Mencari Bapak
  • Nyanyian Angsa
  • Pamphleten van een Dichter
  • Perjuangan Suku Naga
  • Pesan Pencopet kepada Pacarnya
  • Potret Pembangunan Dalam Puisi
  • Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan)
  • Rick dari Corona
  • Rumpun Alang-alang
  • Sajak Potret Keluarga
  • Sajak Rajawali
  • Sajak Seonggok Jagung
  • Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api
  • State of Emergency
  • Surat Cinta

Sumber: Wikipedia

WS Rendra Tutup Usia


Dua hari setelah musisi Mbah Surip wafat, dunia seni Tanah Air kembali berduka. Seniman senior Willibrodus Surendra Broto Rendra (WS Rendra) tutup usia pada hari Kamis (6/8/09), pukul 22.31, di RS Mitra Keluarga, Bogor, Jawa Barat. Penyair yang berjuluk Si Burung Merak tersebut wafat dalam usia 74 tahun.

Sudah sejak beberapa bulan lalu Rendra dirawat setelah mendapat serangan jantung koroner pada tanggal 30 Juni 2009. Rendra sempat dirawat di RS Harapan Kita. Bahkan ia terpaksa menjalani cuci darah di ruang ICU RS Harapan Kita, Senin, 13 Juli 2009.

Aktor Adi Kurdi yang sempat menjenguk Rendra mengatakan bahwa saat itu Rendra mengeluh kesakitan pada bagian perut, pasca menjalani cuci darah. "Dia masih mual-mual juga dan nyeri di bagian perut," terang Adi. Sepengetahuan Adi, Rendra yang sejak 1960-an dikenal sebagai dramawan itu mempunyai riwayat kesehatan yang kurang baik. "Ya dia memang ada (penyakit) jantung sama ginjal, tapi entahlah saya tidak bisa menjelaskan pastinya, karena saya bukan dokter," kata Adi.

Rendra mulai dikenal luas ketika mengadakan 'Kemah Kaum Urakan' di pantai Parangtritis, Yogyakarta, 1970 -an. Drama dan sajak Rendra sering dicekal penguasa karena kritiknya yang begitu tajam.

WS Rendra pernah memperoleh gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Unversitas Gadjah Mada (UGM) di tahun 2008. Rendra merupakan Doktor HC ke-19 dari UGM. Dalam penganugerahan itu, Rendra menyampaikan pidato berjudul 'Megatruh Kambuh Renungan Seorang Penyair Dalam Menanggapi Kalabendu'.

Rendra mengupas tentang lunturnya etika dan budaya lokal yang memunculkan banyak persoalan di masa sekarang ini. Begitulah Rendra, sampai di usia senjanya ia masih kritis kepada penguasa.