Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

10 Cara Meningkatkan Mood


Bahkan orang yang paling optimis pun bisa kehilangan suasana hati. Ambil momen ekstra untuk diri sendiri akan membuat cerah hari dan memberi kita pandangan yang sehat terhadap kehidupan. Berikut ini sepuluh cara sederhana yang bisa membawa sedikit kebahagiaan ke dalam hidup Anda sekarang, seperti dimuat dalam rd.com.

1. Berjalan-jalan.
Berjalan-jalan. Ajaklah anjing, sahabat, atau teman dekat dan olahraga jalan cepat. Hanya sedikit olahraga yang dapat meningkatkan mood dan memberi perspektif baru pada masalah yang telah mengganggu Anda. Cobalah berjalan ke tempat yang tampaknya menarik untuk Anda. Berjalan ke mal atau beberapa putaran di sekitar para penjual, atau hanya untuk membeli yoghurt. Buatlah perjalanan itu menyenangkan dan menjadikannya bagian dari rutinitas Anda.

2. Istirahatlah.
Istirahatlah. Meningkatkan lama waktu tidur bisa mengurangi tingkat stres dan membuat Anda merasa berenergi untuk mengatasi hari ketika bangun keesokan paginya.

3. Menerima seseorang.
Menerima seseorang. Mengakui sesuatu yang telah dilakukan orang lain untuk Anda dan kirimkan catatan kecil atau buket bunga kecil untuknya. Maka mereka pun akan mengingat Anda dan tersenyum bila mengingat Anda.

4. Pujilah orang lain.
Pujilah orang lain. Suka warna rambutnya? Ingin tahu di mana ia mendapatkan topi bagus? Beritahu yang Anda sukai dari apa yang mereka miliki dan akhirnya membuat orang lain senang. Melihat hal-hal baik pada orang lain akan membantu Anda mulai melihat hal-hal baik pada diri sendiri. Siapa tahu, mungkin Anda pun mendapatkan pujian tak terduga.

5. Rencanakan liburan.
Rencanakan liburan. Rutinitas sehari-hari dengan kemacetan yang dihadapi menyebabkan kita selalu melihat hal-hal negatif. Istirahat dari rutinitas normal, lalu melakukan perjalanan jauh atau dekat, akan membantu kita melihat hidup sedikit lebih jelas.

6. Beli sesuatu yang konyol.
Beli sesuatu yang konyol. Tawa adalah obat terbaik. Belilah sesuatu yang bikin kita tertawa seperti gambar lucu, buku, majalah, atau DVD favorit. Atau merencanakan kencan keluar ke klub komedi. Berikan diri sendiri waktu untuk tertawa agar tingkat endorfin naik sehingga merasa lebih baik.

7. Duduklah di kursi pijat.
Duduklah di kursi pijat. Sepuluh menit relaksasi dapat melakukan keajaiban. Daripada makan siang di meja, berjalan-jalanlah ke salon untuk dipijat. Leher dan punggung akan berterima kasih karena merasa santai.

8. Kenakan warna favorit Anda.
Kenakan warna favorit Anda. Memiliki gairah untuk merah? Cinta biru keren? Pakailah warna favorit Anda, berjalanlah dengan dagu diangkat dan tersenyumlah sepanjang hari. Maka cerialah hari Anda.

9. Mengatasi masalah.
Mengatasi masalah. Meningkatkan rasa percaya diri dengan menyelesaikan teka-teki silang atau sudoku. Memaksimalkan kekuatan otak dan lakukan sesuatu yang menantang akan membantu Anda untuk memiliki pandangan yang lebih percaya diri terhadap kehidupan.

10. Model perilaku.
Model perilaku. Ambil foto diri Anda yang sedang melakukan sesuatu yang dinikmati, seperti roller skating, ski, berenang, bermain instrumen, atau bersama teman dan keluarga. Tempatkan foto itu di meja Anda untuk mengingatkan diri bahwa Anda pun memiliki kehidupan yang menakjubkan dan berhak menjadi bahagia.

Tips Redakan Stress


Rasa khawatir dan stres yang berkepanjangan dapat berdampak negatif bagi kesehatan Anda. Oleh karena itu jika stres melanda, tenangkanlah pikiran dan diamkan diri sesaat.

Selanjutnya, ikutilah tips yang dikutip oleh wolipop.com dari myhealthnewsdaily agar Anda bisa terbebas dari stres dan beban pikiran.

1. Jangan Mengeluh

Jika Anda pikir mengeluh itu merupakan cara baik untuk melampiaskan stres, Anda salah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Kent di Inggris menemukan bahwa mengeluh kepada orang lain hanya akan membuat orang merasa semakin buruk. Para peserta penelitian menjadi lebih tidak puas dengan keadaannya, daripada saat mereka belum mengeluh dan curhat.

"Mengeluh bukan strategi yang efektif untuk mengatasi stres sehari-hari, apakah mereka memiliki kecenderungan perfeksionis atau tidak. Penelitian menunjukkan bahwa mengeluh malah membuat kadar stres meningkat ketimbang berkurang," ujar psikolog Brad J. Bushman, pengajar di Ohio State University.

2. Mengikuti Kelas Yoga

Yoga merupakan cara yang efektif dan aman untuk meningkatkan aktivitas fisik, selain manfaat psikologis yang penting karena sifat meditasi, termasuk untuk orang yang menderita radang sendi. Yoga juga dapat meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, kekuatan otot dan daya tahan pernapasan. Selain itu, yoga dapat meningkatkan energi tubuh sehingga akan lebih sedikit merasakan sakit dan nyeri.

3. Lebih Banyak Tidur

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), memiliki waktu tidur yang lebih banyak tidak hanya membuat penampilan menjadi segar, namun juga meningkatkan kesehatan dan mengurangi stres. Penelitian dari Clayton Sleep Institute menunjukkan bahwa orang dengan tingkat stres kronis dilaporkan memiliki durasi tidur yang lebih pendek serta kualitas yang buruk.

Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa orang yang waktu tidurnya kurang, lebih mungkin mengalami stres. Untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup, para pakar kesehatan menyarankan agar Anda makan 2-3 jam sebelum tidur, menghentikan konsumsi kafein dan rokok minimal 8 jam sebelum tidur, serta merencanakan jadwal tidur dalam aktivitas harian.

4. Banyak Gerak

Olahraga merupakan cara mengatasi stres yang paling baik, karena dapat mengurangi kortisol --hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal ketika sedang stres. Kadar kortisol yang tinggi, nantinya bisa merusak organ. Oleh karena itu CDC merekomendasikan orang yang sedang stres untuk melakukan kegiatan penguatan otot besar seperti otot pada kaki, pinggul, punggung, perut, dada dan lengan. Lakukan latihan ini minimal 2 jam, dua hari dalam seminggu.

5. Tertawa

Sebuah penelitian yang dilakukan di Loma Linda University pada 2001 menemukan bahwa orang yang melihat video lucu mengalami penurunan hormon stres, kortisol dan epinefrin. Mereka juga dikatakan telah mengalami peningkatan endorfin, zat yang dapat meningkatkan mood dan sistem kekebalan tubuh.

Tertawa tidak hanya membantu atasi stres saja, tertawa juga dapat mengatasi rasa sakit pada fisik seseorang. "Tertawa itu memang secara fisik melelahkan dan apapun yang membuat tubuh terkuras secara fisik memicu keluarnya endorphin, yang memang respon natural tubuh untuk mengontrol rasa sakit," ujar Professor Dunbar dari Universitas Oxford.
sumber: www.wolipop.com

4 Hal Penting Dalam Menjalankan Bisnis


Mencari pekerjaan saat ini bukanlah hal yang gampang. Mungkin dengan menciptakan bisnis bisa menjadi salah satu bidang karir yang menjamin kelangsungan hidup Anda.

Namun, sebelum memutuskan untuk menciptakan sebuah bisnis, ada hal-hal yang harus diketahui sebelum membentuk sebuah usaha.
Berikut ini beberapa hal yang harus Anda lakukan ketika telah memiliki bisnis.

Komitmen
Bisinis apapun yang ingin dijalankan, perlu adanya sebuah komitmen dalam diri. Komitmen tersebut yang membuat bisnis dapat berkembang dan dipercaya oleh konsumen. Misalkan, Anda bisnis katering dan telah bekerjasama dengan satu perusahaan untuk melayani makan siang di perusahaan tersebut, Anda harus komitmen setiap harinya menyediakan makanan. Pastikan konsumen puas dengan rasa makanan dan kebersihan, serta ketepatan waktu. Jangan sampai makanan tiba saat jam makan siang telah usai.

Jalankan secara profesional
Sekecil apapun bisnis Anda, tetap memiliki regulasi dan kebijakan tersendiri. Anda harus memiliki prosedur, memiliki tim kerja dengan jabatannya masing-masing serta memiliki klien. Catat dan simpan semua dokumen yang berhubungan dengan bisnis Anda untuk bisa di-review setiap bulan atau tiga bulan sekali.

Bekerjasama dengan orang yang handal
Sangat baik, di dalam melakukan bisnis, Anda bekerjasama dengan orang yang handal. Apalagi, jika Anda masih amatir, Anda membutuhkan ide dan dukungan moral maupun material. Jadi, sebaiknya carilah rekan bisnis yang mau diajak kerjasama untuk mengembangkan usaha.

Jadilah tidak nyaman
Kenyamanan tidak membuat Anda maju. Sedangkan ketidaknyamanan dalam bisnis menuntut Anda terus berpikir dan bergerak maju. Ketidaknyamanan lebih dimaksudkan ke arah ketidakpuasan dalam pencapaian bisnis.

Happiness can be Contagious


Happiness can be contagious. Researchers from the U.S. said that the emotion and happiness can infect others who are in a social network. No wonder why Facebook much-loved, because social networking sites that can infect the happiness just by looking at the status of other people happy.

Researchers from Harvard Medical School and the University of California, San Diego says that happiness is collective and contagious among social networks. The study involving 5,000 people over 2 years was performed to determine the effects of unhappy person in the surrounding environment.

"We found that the emotions of people affected by someone else, perhaps even strangers at all. The effect will be felt from others, others, and others," said Nicholas Christakis, a professor from Harvard Medical School as from ScienceDaily, Monday (10/19/2009).

Over 2 years, researchers conducted a survey and analyzing the data that links between happiness and health of a person with a situation in which the scope of its social network-family, friends, coworkers, neighbors and others.

By using the standard system of the Center for Epidemiological Studies Depression Index, note that when someone is happy, a friend who lived 1 mile away to increase happiness as much as 25 percent. Meanwhile, siblings increased 14 percent and neighbors will increase 34 percent.

Not only that, a friend from your friends who may not know anything you can increase happiness by 10 percent.

"Although separated from the 5 people who are not known, but still within a network of friends or relatives, the happy effect was still there. This indicates a strong effect in a network even if they do not know each other intimately," Christakis said.

But Christakis says that the impact will be limited by distance and time. The closer the friends who stayed and are close to you, the stronger the transmission. This is what causes the neighbors had a big impact on happiness.

Researchers also found that people who become central in social networks tend to be happier among others. "With more and more people around him, the risk of transmission would be happy more and more," Christakis said.

In the social networking site, or Facebook are the current trends for example, one of the most commented on its status as a person who used to be the center of attention. They also will be happier as it gets attention and comments from the crowd.

This study shows that happiness and health of a person was highly influenced by the social environment around them. The study, published in the New England Journal of Medicine is expected to help those who are obese or someone who is isolated from its environment.

Source: detikHealth

Ten tips on "How Not to Take Things to Heart",


by Rachel Green

Any interaction with another person, whether it is with your boss, a customer, your father or your friend has the opportunity to lead to hurt or irritation. Some people get hurt more easily than others.
They can be particularly sensitive and take things to heart.
Here are some tips to help you stop taking things personally so you can leave your interactions in a happier way.

1. Know why you are hurting.
Know why you are hurting and respond accordingly. Are you hurting because of something that has happened in your history? Are you adding your history to the present moment and therefore adding fuel to something small and making it appear bigger? For example, if your mother has looked at you in a certain way since childhood and she's looked at you in the same way today - do you react because of the way she looked today or the way she looked at you as a child? If it's the latter, try reacting as if this was the first time you'd ever seen the look!

2. Laugh and make light of it.
Laughter can be a wonderful cure and reliever. If you can keep light about a potential put-down then the put-down has no power. This doesn't mean that you leave yourself open to abuse. What it does mean is that you can more easily brush off potentially hurtful comments.

3. Tell someone else about what was said and turn it into a funny story.
Tell someone else what has happened and tell it in a way that makes it funny. Do a caricature - exaggerate what was said - think of a funny line back ... build it up until it's funny - this will help the hurt to dissipate.

4. Delay your response.
Many people retaliate very quickly before they've even had time to think through what has been said. It's a bit like someone throwing something at you. Would you just stand there and let it hurt you or would you duck? Delaying is like ducking. Pause before you respond. Then you give yourself time to think of a good response and to check that you're not adding hurt to what was said.

5. Think of the other person as being "unskilled".
Think of the other person as being "unskilled" rather than being "intimidating", "bossy" or "aggressive". I'll often say to myself, "Well that was an unskilled way of saying things, I wonder what she meant?" This helps me keep calm and non-reactive, yet still available to help the person.

6. Separate out what is specific to you.
Sometimes people respond to a general complaint as if it is personally directed at them. Don't do this. Work out what is specifically about you and what is a general complaint that you happen to get because you were in the same place as the other person? When it's not specific to you, remind yourself of this, e.g. you might say to yourself, "This is about the company," or "He has obviously got a bad headache."

7. Monitor for sites of tension build up and let go before they develop.
Monitor for sites of tension build up and let go before they develop. Each of us will have physiological changes which occur early on in the process of becoming hurt. If you can catch your stomach tightening, your neck tightening or your hands grasping, early on, you have more chance of letting go and not hooking into the other person's comments or emotions. Someone in one of our workshops recently discovered she started clicking her nails as a sign that she was hooking in. What are your signs?

8. Keep breathing.
Keep breathing in and out. No, I'm not joking! Some people hear something unpleasant and catch their breath and then don't let go of it. You're more likely to take something personally if you aren't breathing!

9. Breathe deeply.
Breathe deeply so your breathing remains calm, regular and deep. Even in a meeting it's possible to put your hand on your midriff to give yourself a physical reminder to keep your breathing deep and regular. If your breathing speeds up and becomes shallow it could be a sign that you are getting hooked in.

10. Don't read criticism into something that's not intended as criticism.
Don't read in something that wasn't there. It's easy to try and "read between the lines" and imagine what someone meant or what they were implying and then to react as though your interpretation is true. It may not be. Someone, for example, may have crossed his arms to stop his shoulders aching not because he didn't like what you said! Someone may be whispering to someone else as you walk in the room and you may assume they are talking about you. In fact they may be talking about their latest exploits with their new boyfriends.

By not getting hurt and looking after yourself, you increase your chances of staying healthy and having even more caring to give to others.

Funzug.com

Seks Dapat Redakan Sakit Kepala


Anda pernah menolak ajakan bercinta dari pasangan dengan alasan pusing? Mungkin Anda perlu mengubah strategi, karena bercinta justru dapat melenyapkan sakit kepala!

“Endorfin alami, dan hormon-hormon penghilang rasa sakit memang dilepaskan saat Anda mengalami orgasme, yang akan membantu Anda untuk rileks dan tenang," ujar Dr. Purath.

Namun, efeknya ini akan cepat berlalu. Jadi Anda harus tetap menyiapkan obat penghilang rasa sakit yang biasa Anda konsumsi.

Sumber: Kompas

Tips Membeli Black Berry


Tahun 2009 ini Black Berry makin tenar di Indonesia, siapa yang ngga kenal dengan gadget cangih ini. Bagi anda yang berminat memilikinya, ada beberapa tips cara membeli ponsel BlackBerry baru.

Tips Membeli BlackBerry Baru :

  • Beli handset resmi keluaran operator sehingga mendapatkan produk berikut pelayanan yang terjamin. Namun jika kita membeli di toko-toko non resmi, carilah toko yang bisa dipercaya dan memberikan garansi sekaligus layanan purna jual dalam jangka waktu lama.
  • Harap diperiksa komponen fisik seperti bodi, trackball, keyboard, baterai, speaker, kamera, dan lain-lain. Sebaliknya mengajak teman yang paham betul BlackBerry untuk mengecek kualitas dan kelengkapan komponen fisik BlackBerry.
  • Cek nomor PIN dan IMEI di menu sistem dan sesuaikan dengan nomor PIN dan IMEI pada sticker yang tertempel di belakang baterai handset.
  • Untuk memsatikan apakah PIN diblokir atau tidak, kita bisa mengecek dengan melihat logo GPRS atau GSM dengan kartu SIM yang sudah aktif berlayanan BlackBerry. Jika di layar tertera GPRS dengan huruf kapital berarti PIN tidak diblokir.
  • Pastikan BlackBerry yang kita beli benar-benar baru. Untuk mendeteksi apakah BlackBerry sudah pernah dipakai atau belum bisa dicek dengan klik Option >> Status. Pada layar yang muncul ketik BUYS atau BUZR hingga muncul opsi baru di layar yaitu Data Usage dan Voice Usage. Jika data yang terpampang tidak menunjukkan angka 0 maka handheld tersebut bisa dipastikan sudah pernah dipakai.
sumber: pancallock

Semoga tips di atas dapat membantu anda yang berniat membeli Black Berry baru.