Showing posts with label Politics. Show all posts
Showing posts with label Politics. Show all posts

Review Profil Partai yang Tak Lolos Pemilu 2009


Batas akhir penyerahan pendaftaran partai politik peserta Pemilu 2009 adalah tanggal 12 Mei 2009 pukul 24.00 WIB lalu. Beberapa partai politik gagal dalam uji kualifikasi karena banyaknya sebab dan kendala. Pihak pers yang mencari keterangan mengenai profil partai politik yang gagal tersebut tak mendapat informasi apa-apa karena memang tak dikabarkan oleh KPU.

Berikut profil partai yang tak lolos Pemilu 2009:
Sumber: luqmanhakim.multiply.com


01 Pantura

Nama Partai : Pantura
Singkatan Partai : Partai Tempat Usaha Rakyat [?]
Semboyan/Jargon : Jalur Pantura Belok Kanan

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Berangkat dari kekhilafan pengurus partai yang mendaftarkan partainya ke KPU dan memberikan tanda penunjuk jalan Pantura (Pantai Utara) sebagai logo partai. Belakangan diketahui bahwa PANTURA singkatan dari Partai Tempat Usaha Rakyat dan logo yang didaftarkan salah. Kebetulan salah satu pengurus PANTURA adalah ketua RT di daerah Pantura (Pantai Utara), sewaktu mendaftarkan ke KPU terburu-buru dan logo yang didaftarkan malah tanda penunjuk jalan Pantura.




02 PKPP

Nama Partai : PKPP
Singkatan Partai : Persatuan dan Kerukunan Pondok Pesantren
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Kesalahkaprahan dari beberapa Kyai di beberapa Pondok Pesantren daerah Jawa Timur mendaftarkan organisasi massanya ke KPU. Para Kyai ini berpikir bahwa dengan bentuk organisasi massa Persatuan dan Kerukunan Pondok Pesantren (PKPP) dapat menjadi salah satu kontestan partai politik. KPU langsung mencoretnya dari kepesertaan Pemilu 2009 karena PKPP bukan merupakan partai politik.




03 PPDI

Nama Partai : PPDI
Singkatan Partai : Partai Pecinta Damai Indonesia
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok orang yang tidak menyukai kekerasan mendirikan partai ini. Namun karena kekurangan pendukung dan tidak adanya anggota di berbagai daerah di seluruh Indonesia yang bisa disebut partai, akhirnya KPU mencoret partai ini dari kepesertaannya di Pemilu 2009.




04 PPRT

Nama Partai : PPRT
Singkatan Partai : Partai Penggemar Roti Tawar
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok orang penggemar roti tawar mendirikan partai ini. Namun karena kurangnya wawasan berpolitik dan minimnya pengetahuan tentang berorganisasi (terutama organisasi politik), KPU mencoret partai ini dari kepesertaannya di Pemilu 2009.




05 Gerinda

Nama Partai : TOKO GERINDA
Singkatan Partai : -
Semboyan/Jargon : Jual Perkakas dan Bahan Bangunan

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Seorang karyawan dari Toko Gerinda (diduga stres akibat pekerjaan), secara iseng mendaftarkan logo toko tempatnya bekerja pada KPU untuk mengikuti seleksi partai di Pemilu 2009. Setelah diteliti, tidak ada AD/ART dan berkas-berkas administratif yang lengkap selain logo toko. Karyawan tersebut telah diamankan oleh pihak yang berwajib. Setelah lewat berbagai pemeriksaan, karyawan yang bersangkutan akhirnya dikirimkan ke Rumah Sakit Jiwa.




06 Barber

Nama Partai : BARBER
Singkatan Partai : Partai Baris Berbaris
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok alumni paskibra membentuk Partai Baris Berbaris. Kedisiplinan yang diperoleh saat menjadi paskibra terbukti dari kelengkapan administratif dan berkas-berkas yang didaftarkan ke KPU. Namun karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, partai ini dicoret dari keikutsertaannya di Pemilu 2009.




07 PMPI

Nama Partai : PMPI
Singkatan Partai : Partai Maskapai Penerbangan Indonesia
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok pilot, pramugari dan praktisi penerbangan Indonesia membentuk partai bersama dengan harapan agar tidak ada lagi kecelakaan pesawat di Indonesia. Dalam pembentukannya, akibat kesibukan masing-masing pengurus, mereka tidak sempat membuat AD/ART yang baku. Ketika didaftarkan, KPU menilai administrasi dan berkas-berkasnya tidak lengkap, oleh karena itu partai ini dicoret dari keikutsertaannya di Pemilu 2009.




08 PKK

Nama Partai : PKK
Singkatan Partai : Partai Kesejahteraan Keluarga
Semboyan/Jargon : Bersih, Higienis dan Enak

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok ibu-ibu PKK membentuk Partai Kesejahteraan Keluarga untuk mengikuti Pemilu 2009. Partai ini mengutamakan keluarga sebagai tonggak utama kehidupan bernegara, menggunakan logo alat-alat makan (sendok, garpu dan pisau dapur) sebagai simbol kesejahteraan dalam keluarga. Namun karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, partai ini dicoret dari keikutsertaannya di Pemilu 2009.




09 PAP

Nama Partai : PAP
Singkatan Partai : Partai Anak Punk
Semboyan/Jargon : Hidup adalah Punk

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok anak-anak punk mendaftarkan kelompoknya pada KPU. Filosofi yang mereka angkat adalah 'Hidup adalah Punk', mensosialisasikan gaya hidup punk dengan segala pernak-perniknya. KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009 karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia.




10 PIN

Nama Partai : PIN
Singkatan Partai : Partai Perlunya Ingat Nomer PIN
Semboyan/Jargon : Ingat nomer PIN-mu?

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok orang-orang pelupa terutama para nasabah bank yang sering lupa dengan nomer PIN ATM membentuk partai untuk membentuk solidaritas bersama. Ketika diperiksa kelengkapan administrasi dan berkas-berkas yang didaftarkan, KPU mencoret partai ini dari Pemilu 2009 karena lebih pada kumpulan komunitas orang-orang pelupa yang bisa saling mengingatkan, bukan sebagai partai.




11 Kerantauan

Nama Partai : PARTAI KERANTAUAN
Singkatan Partai : -
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok anak-anak rantau membentuk partai dengan tujuan agar segala kehidupan mereka dapat terjamin di tanah rantau. Namun karena pembentukan administrasi dan kelengkapan partai yang tidak memadai, ditambah ketidakjelasan visi dan misi partai, KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009.




12 PPB

Nama Partai : PPB
Singkatan Partai : Partai Payung Biru
Semboyan/Jargon : Sedia payung biru sebelum hujan

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok pengusaha payung dan praktisi ojek payung, membentuk partai ini dengan nama Partai Payung Biru. Namun setelah diteliti lebih lanjut, ternyata tujuan utama partai ini lebih mengarah kepada ekspansi usaha mereka saat Pemilu 2009. Ketika diperiksa, para pengurus partai mengaku bahwa saat pesta demokrasi Indonesia, mencoblos tanda gambar di lapangan butuh payung untuk menahan terik dan panas matahari.




13 PSB

Nama Partai : PSB
Singkatan Partai : Partai Sangat Bingung
Semboyan/Jargon : Membela yang... Mana?

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok orang-orang yang punya banyak kemauan dan keinginan bermaksud mendirikan partai. Namun karena mereka bingung mau diarahkan ke mana, ditujukan ke mana, semua tak ada yang jelas, akhirnya kesepakatan pembentukan partai ini ada pada nama Partai Sangat Bingung, sesuai dengan karakter anggota-anggotanya. KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009 karena mereka masih bingung dengan bentuk partainya.




14 PPW

Nama Partai : PPW
Singkatan Partai : Partai Pecinta Wanita
Semboyan/Jargon : Tanpa wanita, laki-laki merana...

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Awalnya didirikan oleh para suami yang sangat mencintai istrinya. Namun sejak keanggotaan partai dibuka luas, banyak laki-laki dari beragam jenis, yang belum beristri, yang masih sendiri dan lainnya ikut partai ini. Tak hanya laki-laki, kalangan perempuan, bahkan waria alias banci alias bencong juga ikut. Kericuhan terjadi, konflik internal tak dapat dielakkan. Oleh karena itu KPU mencoret keikutsertaan partai ini di Pemilu 2009 sampai konflik internalnya selesai.




15 PSI

Nama Partai : PSI
Singkatan Partai : Primata Schmutzer Indonesia
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Kesalahan berkas. Di dalam daftar partai politik peserta pemilu, terdapat dokumen Primata Schmutzer Indonesia. Entah dari mana berkas tersebut yang pasti ini bukan partai dan tidak akan disertakan dalam Pemilu 2009




16 PDU

Nama Partai : PDU
Singkatan Partai : Partai Dari Urek-urekan
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok orang dari banyak kalangan membentuk partai untuk ikut Pemilu 2009. Namun karena sulitnya menyatukan persepsi karena datang dari berbagai kalangan, sampai menentukan nama hingga logo, kesepakatan yang tidak pernah bulat dari internal, mereka membentuknya menjadi Partai Dari Urek-urekan, logo yang diambilpun berasal dari coret-coretan. KPU mencoret dari keikutsertaan di Pemilu 2009 karena partai ini secara internal susah menyatukan persepsinya.




17 PKA

Nama Partai : PKA
Singkatan Partai : Partai Kembali ke Alam
Semboyan/Jargon : Pakar Alam

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok pecinta alam dan pedagang tanaman sepakat untuk menyelamatkan alam melalui politik. Dengan dasar ini mereka membentuk Partai Kembali ke Alam untuk memperjuangkan menyelamatkan bumi. Namun saat diperiksa kelengkapan berkas administrasinya, didapati kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia tidak memenuhi syarat, maka KPU mencoretnya dari kepesertaan Pemilu 2009.




18 PMS

Nama Partai : PMS
Singkatan Partai : Partai Mencari Sasaran
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok penggemar olahraga memanah, menembak dan yang menyukai akurasi bidikan membentuk partai ini dengan dasar membidik haruslah tepat sasaran. Namun karena jumlah kuota pimpinan daerah dan pimpinan daerah yang tidak cukup di seluruh Indonesia, partai ini tidak memenuhi syarat, maka KPU mencoretnya dari kepesertaan Pemilu 2009.




19 PBI

Nama Partai : PBI
Singkatan Partai : Partai Pecinta Batman Indonesia
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok pecinta Batman yang berseberangan dengan kelompok pecinta Batman yang lain, mendirikan partai yang berbeda dengan maksud yang sama, membawa karakter Batman sebagai pahlawan ke gedung parlemen. Namun apa daya, saat diperiksa kelengkapan berkas administrasinya, didapati kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia tidak memenuhi syarat, maka KPU mencoretnya dari kepesertaan Pemilu 2009.




20 PDKE

Nama Partai : PDKE
Singkatan Partai : Penggemar Donat dan Kue Enak
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Ada yang iseng mengirimkan berkas-berkas pendaftaran partai pada KPU, mengirimkan gambar donat dan menuliskannya sebagai Penggemar Donat dan Kue Enak. KPU langsung membuang berkas tersebut dan takkan memasukkannya dalam daftar peserta Pemilu 2009. Sampai sekarang masih jadi pertanyaan, siapa yang mengirimkan berkas pendaftaran partai dengan gambar donat ini.




21 Bintangan

Nama Partai : BINTANGAN
Singkatan Partai : Partai Bintang Lautan
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok ilmuwan biologi kelautan membentuk partai untuk menyuarakan keselamatan biota laut dan lingkungan. Terburu-buru menyiapkan segala berkas administrasi dan membuat logo, akhirnya logo yang dibuat adalah bintang laut yang kurang satu karena bintang laut itu memiliki lima ruas dan bukan empat. Akibat terburu-buru dan banyak kekurangan dalam berkas administrasi, KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009.




Partai Kolor

Nama Partai : PARTAI KOLOR
Singkatan Partai : Partai Komunitas Loyal Rakyat
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Menggunakan celana kolor sebagai simbol loyalitas rakyat sulit diterima dengan akal sehat. Celana kolor, apapun bentuknya adalah bentuk simbol yang menjurus ke arah aktivitas dan kegiatan yang berdekatan dengan pornografi dan pornoaksi, oleh karena itu KPU mencoret Partai Kolor dari kepesertaan Pemilu 2009.




GOLKAN

Nama Partai : GOLKAN
Singkatan Partai : Partai Golongan Kantoran
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok eksekutif dan karyawan kantoran membentuk partai ini, berlogo brankas sebagai simbol penyimpan data yang pasti ada di setiap kantoran, dikelilingi oleh padi dan kapas sebagai lambang kemakmuran. Namun karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009.




PPPK

Nama Partai : PPPK
Singkatan Partai : Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok profesi paramedis muslim mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi partai-partai di Pemilu 2009. Setelah diteliti, tidak ada AD/ART dan berkas-berkas administratif yang menunjukkan organisasi ini adalah partai. Logo yang dipakai adalah kotak obat yang diganti warnanya dengan nuansa hijau kuning dan hitam. Keputusan KPU mencoret dari kepesertaan Pemilu 2009 karena organisasi ini lebih pada sekelompok profesi paramedis, bukan sebagai partai.




PDT

Nama Partai : PDT
Singkatan Partai : Partai Damai dan Tentram
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok orang pecinta damai mendirikan partai ini dengan tujuan agar Indonesia selalu damai dan tentram. Namun karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, KPU mencoret partai ini dari keikutsertaannya di Pemilu 2009.




26 PNBCI

Nama Partai : PNBCI
Singkatan Partai : Partai Nasional Benteng Catur Indonesia
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok orang penggemar catur mendirikan partai ini. Kesukaan mereka pada catur menganggap bahwa berpolitik itu sama dengan memainkan bidak-bidak catur di atas papan permainan. Namun karena ketidaklengkapan berkas administrasi kepengurusan saat didaftarkan, KPU mencoret partai ini dari kepesertaannya di Pemilu 2009.




27 PDB

Nama Partai : PDB
Singkatan Partai : Partai Datang Bulan
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok perempuan yang datang bulannya tidak teratur, membentuk partai ini dengan harapan setelah berkelompok dan membentuk partai, menstruasi mereka bisa lancar dan teratur. KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009 karena visi dan misi yang tidak jelas, hanya mengutamakan perempuan yang datang bulannya tidak teratur.




28 PBIP

Nama Partai : PBIP
Singkatan Partai : Partai Batman Itu Pahlawan
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok penggemar Batman mendirikan partai ini. Mereka beranggapan bahwa Batman itu pahlawan dan pantas diusung ke pentas politik Indonesia untuk menyebarkan semangat kepahlawanan Batman di gedung parlemen. Namun karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009.




29 PBL

Nama Partai : PBL
Singkatan Partai : Partai Bintang di Langit
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok astronomi membentuk partai ini. Mereka beranggapan bahwa bintang itulah yang menuntun mereka menuju titik terang. Namun karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009.




30 Berotot

Nama Partai : BEROTOT
Singkatan Partai : Partai Berotot
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok binaragawan membentuk partai untuk mempopulerkan olahraga berotot di Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya, partai ini tak mampu merumuskan apa visi dan misi otot dalam kaitannya dengan politik. Oleh karena itu KPU mencoretnya dari kepesertaan Pemilu 2009.




31 Demokrat

Nama Partai : PARTAI TERIKAT
Singkatan Partai : -
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok orang yang sangat mengikat membentuk partai ini. Sejalan dengan waktu, karena saling mengikat dalam visi dan misi yang berbeda, partai ini mengalami konflik internal, ada yang tetap ingin terikat namun ada yang tak mau terikat. Sampai akhirnya ketika didaftarkan, jumlah kuota pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang tidak cukup karena adanya konflik internal tersebut, KPU mencoretnya dari kepesertaan Pemilu 2009.




32 PKBI

Nama Partai : PKBI
Singkatan Partai : Partai Kekasih Berpacaran Indonesia
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok orang yang dimabuk asmara membentuk partai untuk menyamakan persepsi tentang cinta dan kasih sayang. Namun ketika diperiksa oleh KPU kelengkapan syarat-syarat menjadi partai ternyata tidak memenuhi kualifikasi dan partai ini dicoret dari kepesertaannya di Pemilu 2009.




33 PSS

Nama Partai : PSS
Singkatan Partai : Partai Sup Sedap
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok orang penggemar sup mendirikan partai ini. Konsepnya sederhana saja, mereka ingin bisa makan sup di mana saja, kapan saja. Membudayakan makan sup dalam kehidupan sehari-hari. Namun karena ketidakjelasan visi dan misi partai, hanya terbatas bagi kalangan penggemar sup, partai ini dicoret dari keikutsertaannya di Pemilu 2009.




34 PKNU

Nama Partai : PKNN
Singkatan Partai : Partai Kepala Nyut-Nyutan
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok orang dari berbagai kalangan bersepakat membentuk partai. Hanya saja sewaktu menetapkan nama partai, kesepakatan sulit dicapai hingga kepala mereka menjadi pusing. Sampai akhirnya nama yang disepakati adalah Partai Kepala Nyut-Nyutan, sesuai dengan kepusingan mencari nama yang sesuai, yang didapat adalah itu. KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009 karena ketidaklengkapan administrasi dan berkas-berkas. Pusing katanya.




Partai Eureka

Nama Partai : PARTAI EUREKA
Singkatan Partai : -
Semboyan/Jargon : Eureka!

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok ilmuwan pengagum Archimedes (287-212 SM) membentuk partai ini. Berlogo segi delapan dengan arti delapan penjuru angin sebagai bentuk keilmuan yang luas. Namun karena karena tidak memenuhi kuota jumlah pimpinan daerah dan pimpinan cabang yang cukup di seluruh Indonesia, KPU mencoret partai ini dari kepesertaan Pemilu 2009.




43_PDoI

Nama Partai : PDoI
Singkatan Partai : Partai Donat Indonesia
Semboyan/Jargon : -

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok pengusaha donat dan penggemarnya bersatu membentuk partai ini. Jaringan yang cukup banyak di seluruh Indonesia membuat partai ini lumayan cukup baik dari dari segi kebersamaan para pecinta donat di seluruh Indonesia. Namun saat dilakukan fit and proper test termasuk uji kelayakan keanggotaan juga kepantasan logo, KPU tidak menemukan sesuatu yang cukup berarti selain memperjuangkan donat agar masuk gedung parlemen dan trik marketing penjualan donat lewat UU. Oleh karenanya KPU mencoret partai ini dari kepesertaannya di Pemilu 2009.




Partai Nyuruh

Nama Partai : PARTAI NYURUH
Singkatan Partai : -
Semboyan/Jargon : Laksanakan segera!

Profil singkat dan sebab tidak lolos Pemilu 2009
Sekelompok orang yang disebut majikan, merasa tak puas dengan pekerjaan bawahannya, membentuk partai dengan nama Partai Nyuruh. Didasarkan pada satu solidaritas bersama menyatukan kekuatan untuk menyuruh bawahannya, apalagi yang tergolong bandel, mbeling dan ndablek. Ketika didaftarkan, KPU langsung mencoret partai ini karena baru berbentuk partai saja bisanya hanya main perintah, menyuruh-nyuruh, bagaimana bila menjadi wakil rakyat?

dikopi dari : Blog Goblog

Menyerahkan Diri Karena Melawan Pemerintah


Dulu, di Indonesia semua gerakan yang berbau perlawanan terhadap pemerintah pasti dituduh sebagai subversif. Suatu ketika, seorang pria setengah baya mendatangi kantor dinas sosial.

"Apakah di sini markas besar dari gerakan melawan kemiskinan?" tanyanya.

"Ya," sahut petugas jaga.

"Baiklah, saya datang untuk menyerah ..." ucap pria tersebut.

Yang Paling Berharga


Seorang ahli perbankan utusan IMF warga Amerika datang berkunjung ke Jakarta. Habibie yang menerimanya mengajak berkunjung ke sebuah bank milik pemerintah. Dengan bangga Habibie mengajak tamunya berkeliling meninjau keadaan kantor. Utusan IMF itu lantas tercengang-cengang melihat di sejumlah ruangan balok-balok emas bergeletakan begitu saja, tanpa penjagaan.

"Hal seperti ini tak mungkin terjadi di Amerika. Pantas cadangan kekayaan negeri Anda tipis," kata tamu dari Amerika kepada Habibie. "Di Amerika, emas merupakan cadangan negara yang disimpan dan dijaga ketat."

"Ya, itulah bedanya. Sebab Amerika adalah negara kapitalis", sahut Habibie tak mau kalah. "Di negeri Pancasila seperti kami, kapital adalah sumberdaya manusia dan tenaga kerja. Jadi manusialah yang kami jaga ketat!"

Tempat Tinggal Pemberontak


Dua orang lelaki di pinggiran Los Palos, Timtim, ditangkap ABRI dengan tuduhan terlibat kegiatan anti integrasi. Mereka dibawa ke Markas SGI di Dili dan menjalani proses pemeriksaan. Meski disiksa, keduanya menolak memberikan keterangan.

"Di mana tempat tinggalmu?," tanya, interogrator.

"Saya tinggal di sembarang tempat," jawab yang satu. "Kadang di ladang, di gunung, di hutan, di pantai, di rumah penduduk ...yaa... dimana saja."

Merasa buntu menghadapi perlawanan ala Timtim, sang interogrator beralih kepada lelaki satunya. "Kalau kau, tinggal dimana?"

"Ah, saya bertetangga dengan dia."

Dilarang Berbicara


Untuk mensukseskan program "ABRI Masuk Desa" sejumlah pasukan di sebuah desa terpencil di pinggiran Ainaro, Timtim, dikerahkan untuk mendirikan gedung sekolah. Setelah itu mereka diinstruksikan agar mengajak anak anak agar mau pergi bersekolah.

Rupanya Soares, 10, adalah salah satu anak yang dipaksa tentara bersekolah. Di sekolah ia diajari oleh guru tentara tentang sejarah Proklamasi RI, perjuangan kemerdekaan, pahlawan Cut Nyak Dien dan Teuku Umar, era kejayaan Majapahit dan Pemberontakan Komunis pada September 1965.

Setelah 1 minggu ikut pelajaran sekolah tentara, Soares ditanya ibunya. "Nak, apa pengalamanmu selama seminggu di bangku sekolah," tanya ibunya.

"Saya hanya buang-buang waktu saja. Saya tidak bisa membaca, saya tidak bisa menulis, dan saya tidak diperbolehkan bicara ..."

TV dan Menteri


Hanif, seorang mahasiswa dari Surabaya, suatu ketika masuk ke sebuah restoran di Madura. Di ruangan restoran pesawat TV sedang dinyalakan, dan ada sejumlah orang menonton. Pukul 19:00 siaran "Siaran Berita TVRI" muncul.

Di layar TV tampil Harmoko dan Wardiman. Kontan Hanif berteriak, "Wah, kambing congek!"

Mendengar itu, tiba-tiba di antara orang Madura yang menonton, berdiri dan mendatangi Hanif. Mereka menatapnya mata Hanif dan berkata, "Kalo sampeyan omong seperti itu sekali lagi, saya akan pukul sampeyan!"

Si Hanif diam. Siaran berita TV jalan terus. Kini di layar tampak sejumlah anggota DPR Fraksi Karya yang sedang marah-marah karena terima cincin perpisahan yang kadar karat emas kurang. Melihat itu si Hanif tidak tahan, lalu teriak lagi, "Wah, kambing congek!!!"

Orang yang mendatangi tadi sekarang berdiri dan bersiap menampar wajah Si Hanif. Melihat itu, Si Hanif mencoba membela diri dan berkata, "Wah, sorry, saya nggak sadar bahwa ini sampeyan sangat setia pada Golkar..."

Orang-orang Madura yang ada di restoran itu bersama si pemilik restoran serentak berkata, "Bukan itu soalnya, Dik. Soalnya sampeyan ini sangat menghina kambing. Tega-teganya sampeyan menyamakan kambing dengan mereka!!!"

Soeharto dan Boneka Susan


Beberapa tahun lalu, Ria Enes dan bonekanya Susan, diundang ke acara kenegaraan. Rupanya nama Ria Enes dan suara perutnya betul-betul menarik keingintahuan presiden. Tapi, rupanya itu bikin kapok Soeharto. Soalnya ketika Suzan ditanya, apa cita-citanya, jawabannya: "Ingin jadi Presiden."

Soeharto menggerutu, "Kurang ajar, subversif, sontoloyo. Boneka saja pingin menggantikan aku."

Bekerja di Rumah Bordil


Di sebuah sekolah SD di pinggiran sebelah umur kota Dili, Timor Timur, seorang guru dari Jawa menanyai murid-muridnya tentang profesi orang tuanya masmg-masing.

Seorang murid Kelas V bernama Caspar yang mengidolakan Xanana Gusmao sebagai pahlawan mendapat gilirannya. Ia pun menjawab, "Ayah saya jadi petugas rumah bordil."

Tentu saja si Guru terkejut mendengarnya. Siangnya ia segera mengirimkan sebuah surat untuk ayah Caspar. Guru merninta ayah Caspar datang menemuinya.

Esoknya muncul seorang anggota Babinsa lengkap dengan seragam hijaunya dorengnya. Lagi-lagi sang Guru terkejut dan tergagap.

"Saya sekarang benar-benar bingung. Bukankah Bapak yang bertugas di Kodim Dili? Kenapa di kelas anak Bapak mengatakan bahwa Bapak adalah petugas rumah bordil. Dari penjelasan anak Bapak, tadinya saya sendiri mengira Bapak bekerja di Aspal Goreng (lokalisasi di pinggiran Dili -red.)!"

"Ah, maafkan dia. Dia masih kecil. Dia selalu begitu. Dia malu bapaknya jadi tentara Indonesia."

Tak Bisa Membedakan


Seekor babi hutan dari pedalaman Timika di Irian Jaya lari ketakutan menyeberangi perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Ia merasa diburu-buru tentara Indonesia. Ia baru berhenti ketika ada seekor babi hutan Papua Nugini menyatakan bahwa ia sudah berada dalam wilayah Papua Nugini.

"Mengapa Anda berlari?,’ tanya babi Papua Nugini.

"Terus terang saya khawatir pada tentara Indonesia. Mereka mengebiri semua laki-laki di sana," ujar babi Indonesia.

"Tapi anda ‘kan bukan manusia. Anda ‘kan cuma seekor babi hutan?,’

"Justru itulah. Mereka mengebiri dulu baru bertanya kemudian," ujar babi Indonesia.

Tuhan pun Menangis


Pemimpin Filipina, Fidel Ramos, menghadap Tuhan, "Tuhan, aku telah memerintah Filipina lima tahun, berapa lama lagi baru rakyatku berbahagia?" "Tiga puluh tahun lagi," kata Tuhan.

Ramos menangis, dan berlalu.

Ganti pemimpin Kamboja yang baru mengkudeta Ranaridth, Hun Sen, menghadap Tuhan dan memohon, "Tuhan, aku baru memerintah Kamboja satu tahun, berapa lama lagi rakyatku baru bisa berbahagia?" "Lima puluh tahun lagi," ujar Tuhan.

Hun Sen menangis, dan berlalu.

Gantian Soeharto menghadap Tuhan, "Tuhan aku telah memerintah negeriku tiga puluh tahun lamanya. Berapa lama lagikah rakyatku bisa berbahagia dan hidup dalam sebuah masyarakat yang adil makmur?"

Tuhan pun menangis, dan berlalu.

Kisah Harmoko Sewaktu Muda


Waktu Harmoko muda dan cari pekerjaan ke Jakarta, ia mengikut tes untuk jadi wartawan "Merdeka". Ia dipanggil masuk kedalam, orang yang mengetestnya adalah Rosihan, temannya. Harmoko lega. Jam itu adalah jam tes kemampuan berhitung. Karena ini test psikologi, pertanyaannya agak aneh.

Pertanyaan pertama, "Apa yang terbuat dari karet, berbentuk seperti bakiak, dan dipakai di kaki kiri ketika orang di kamar mandi?,’

Harmoko bingung. Melihat itu Rosihan membisikinya, "Sebuah sandal jepit."

Pertanyaan ke dua, "Apa yang terbuat dari karet, berbentuk seperti bakiak, dan dipakai di kaki kiri serta di kaki kanan ketika orang di kamar mandi?"

Harmoko kembali bingung. Rosihan kembali membisikinya, "Sepasang sandal jepit."

Test kemampuan berhitung hari itu selesai. Besoknya Harmoko disuruh datang lagi. Ia masuk ke ruang ujian, tapi kali ini kecewa, karena yang menunggui test hari ini bukan Rosihan lagi, melainkan seseorang yang ia tidak kenal. Dengan agak dag-dig-dug, Harmoko duduk. Hari ini test pengetahuan umum.

Pertanyaan: Apa yang terletak di Mekah yang menjadi tanda arah bagi ummat Islam waktu bersembahyang?"

Kali ini Harmoko tersenyum. Ia sudah tahu jawabnya, "Tiga buah sandal jepit."

Logika Matematika Uang


Di salah satu sekolah dasar di Yogyakarta, seorang guru mengajarkan matematika, dengan menggunakan uang rupiah sebagai sarana penyampaiannya.

Bu Guru bertanya, "Perhatikan anak-anak, pada uang rupiah yang bergambar Pak Harto berapakah nilai rupiahnya?"

Murid-murid menjawab, "Lima puluh ribu, Bu Guru!"

Bu Guru bertanya lagi, "Sekarang perhatikan, pada uang rupiah yang bergambar monyet di hutan berapakah nilai rupiahnya?"

Murid-murid menjawab, "Lima ratus, Bu Guru!"

Untuk mentest kekuatan penalaran murid-muridnya, dengan penuh selidik, Bu Guru bertanya, "Jadi apa kesimpulan yang dapat kita tarik dari gambar dan nilai masing-masing uang rupiah tersebut anak-anak?"

Murid-murid secara serempak menjawab, "Lima puluh ribu dibagi lima ratus adalah seratus, Bu Guru. Jadi menurut mata uang kita, Pak Harto sama nilainya dengan seratus monyet di hutan, Bu Guru!"

Cara Menurunkan Harga Semen


Pada saat wawancara di TV, Tommy menyombongkan diri bahwa dia bisa menurunkan harga semen secara cepat.

Pewawancara dengan sigap bertanya, "Bagaimana caranya?"

Tommy dengan kalemnya menjawab, "Bentuk saja Badan Penyangga Perdagangan Semen, pasti harga semen akan turun. Seperti saat BPPC dibentuk, harga cengkeh langsung turun drastis."

Petani Tolak Penghargaan Soeharto


Dalam kesempatan kunjungan dinas, Soeharto dijadwalkan menuju Pekanbaru, Riau untuk mengadakan temu wicara. Seperti biasa, ia dan rombongan menggunakan pesawat udara kepresidenan. Tapi malang tak dapat ditolak, pesawat tersebut mengalami kerusakan mesin dan terjatuh di suatu kawasan hutan di Sumatera Selatan.

Tapi keajaiban terjadi. Semua penumpang dan awak pesawat tewas, kecuali Soeharto yang hanya luka-luka cukup berat. Keberuntungan agaknya memang selalu lekat dengan kehidupan Soeharto, seperti ketika dahulu ia diselamatkan Jenderal Gatot Soebroto dan Jenderal Ahmad Yani dari kemungkinan di Mahmilubkan oleh Ketua PARAN Jenderal Nasution karena ketahuan menyelundupkan gula dan candu dengan bekerja sama dengan Liem Sioe Liong dan Bob Hasan untuk membangun bisnis sepeda semasa menjabat Pangdam Diponegoro tahun 1960-an.

Seorang petani dan peladang yang saat itu sedang mencari kayu di hutan menemukan Soeharto yang sekarat. Petani yang bernama Dalimin itu lalu segera membawa dan menyelamatkan Soeharto yang sedang merintih kesakitan itu ke pondokannya di pinggir hutan. Petani tersebut tidak mengetahui siapa orang berambut putih agak gemuk yang ditolongnya.

Setiba di pondokan - bersama sang isteri - segera ia dengan segala keterbatasan obat-obatan yang ada mencoba merawat Soeharto. Ia meminta sang isteri untuk merawat korban sementara dirinya akan mencoba ke desa terdekat untuk mencari dokter Puskesmas.

Alkisah tibalah si petani di desa terdekat dan menemui dokter Puskesmas yang ada. Alangkah kagetnya si dokter muda tersebut, karena belum lama melalui RRI, ia mendengar pengumuman resmi Mensesneg Moerdiono tentang jatuhnya dan hilangnya pesawat kepresidenan di kawasan hutan Sumatera Selatan. Berita ditemukannya korban hilangnya pesawat yang kini sedang di rawat di rumah si petani segera menggegerkan seisi desa, dan tidak berapa lama berita itu sudah terdengar hingga ke kecamatan, lalu ke Gubernur yang kemudian meneruskan kabar tersebut via telex ke Jakarta.

Segeralah disiapkan evakuasi besar-besaran dengan melibatkan tenaga paramedis terbaik dan pasukan elit dari ibukota. Singkat cerita, Soeharto berhasil diselamatkan nyawanya. Dan sebagai tanda terimakasih yang tulus, Soeharto pribadi dan keluarga besar menyatakan rasa haru yang mendalam atas sikap kemanusiaan yang ditunjukkan si petani Dalimin dan isterinya, meskipun keluarga petani tersebut tidak mengetahui siapa sesungguhnya yang mereka tolong.

Pemerintahpun, melalui Mensesneg Moerdiono menyatakan rasa hormat dan terimakasih yang besar kepada si petani itu dan secara resmi pemerintah akan memberikan bantuan material, serta mengundang keluarga petani Dalimin ke Jakarta, tepatnya ke Istana Negara untuk suatu jamuan syukuran yang akan mengundang para pembesar pemerintah dan korps diplomatik.

"Pak Dalimin dan isteri menyelamatkan Soeharto. Mereka berjasa untuk Negara dan sebagai rasa terimakasih pemerintah dan rakyat Indonesia, secara resmi pemerintah mengundang keluarga Dalimin untuk menghadiri jamuan makan di Istana Negara. Dan sehari sebelum itu akan ada konferensi pers dengan Pak Dalimin agar saudara-saudara dapat mengetahui kisah sesungguhnya dari kepahlawanan Pak Dalimin," ujar Moerdiono dalam konferensi persnya di Sekretariat Negara di hadapan wartawan dalam dan luar negeri.

Persiapan protokoler pun dilakukan, bahkan keberangkatan keluarga Dalimin ke Jakarta pun di lakukan dengln persiapan khusus, pesawat khusus, dan pengawalan khusus. Maklum ini adalah peristiwa bersejarah untuk kampanye ke masyarakat tentang warganegara yang baik (good citizen). Setiba di Jakarta, keluarga petani Dalimin ditempatkan di salah satu kamar di Istana Negara.

Tibalah hari di mana, Dalimin dan Isteri akan memberikan konferensi pers yang berdasarkan jadwal dilakukan di salah satu ruang di Istana Negara. Segala persiapan untuk konferensi pers telah dilakukan, dan Moerdiono akan bertindak sebagai moderator. Ratusan wartawan tulis - dalam dan luar negeri - telah bersiap, para wartawan foto telah mengambil posisi masing-masing.

Moerdiono pun segera menuju kamar di mana keluarga Dalimin menginap untuk menjemput mereka menuju ruang konferensi pers. Alangkah kagetnya Moerdiono, ketika ia menjumpai kedua suami isteri itu sedang berpelukan menangis.

"Ada apa gerangan? Bukankah seharusnya mereka bangga atas apa yang telah mereka lakukan. Ah, mungkin itu sebagai ungkapan rasa bangga dan haru mereka," begitu tanya Moerdiono dalam hati.

"Pak Dalimin ada apa? Berhentilah menangis. Saya paham bagaimana bangganya bapak dan ibu, tapi untuk sementara hentikanlah menangis, mari kita ke ruang konferensi pers, para wartawan telah menunggu," ujar Moerdiono.

Petani Dalimin tiba-tiba menghentikan tangisnya, ia berbalik ke arah Moerdiono. "Pak Menteri lebih baik batalkan pertemuan dengan wartawan dan pulangkan kami ke Sumatera," ucapnya.

"Lho kenapa Pak Dalimin," jawab Moerdiono tak paham.

"Kalau wajah kami ada di koran-koran dan tivi, maka rakyat jadi kenal siapa kami. Kami akan dibunuh rakyat pak Menteri," kata Dalimin kali ini dengan tangis yang lebih keras seraya memeluk sang isteri tercinta.

Kejutan


Seorang Presiden berkata kepada tukang sapu di istana, "Coba buat sebuah kejutan padaku, dan kemudian buat pula permintaan maaf atas kejutan itu yang jauh lebih mengejutkan lagi".

Begitulah, beberapa hari kemudian Sang Presiden sedang berdiri di jendela Istana, memandang keindahan taman di bawahnya. Dengan berjingkat-jingkat si tukang sapu mendekat lalu mencubit pantat Sang Presiden.

"Hei, gila, apa-apaan ini !" teriak Presiden dengan sangat terkejut.

"Oh, maaf, Bapak Presiden," sahut si tukang sapu. "Tadinya saya sangka Bapak adalah Ibu Negara .... "

Meaning of "Tragedy"


President George Bush is visiting an elementary school today and he visits one of the classes (4th grade). They are in the middle of a discussion related to words and their meanings.

The teacher asks the President if he would like to lead the class in the discussion of the word, "tragedy." So the illustrious leader asks the class for an example of a "tragedy."

One little boy stands up and offers, "If my best friend, who lives next door, is playing in the street and a car comes along and runs him over, that would be a tragedy."

"No," says Bush, "that would be an ACCIDENT."

A little girl raises her hand: "If a school bus carrying 50 children drove off a cliff, killing everyone involved, that would be a tragedy."

"I'm afraid not," explains Mr. President. "That's what we would call a GREAT LOSS."

The room goes silent. No other children volunteered. President Bush searches the room. "Isn't there someone here who can give me an example of a tragedy?"

Finally, way in the back of the room, a small boy raises his hand. In a quiet voice he says, "If an American Air Force plane, carrying Mr. & Mrs. Bush, were struck by a missile and blown up to smithereens, by a terrorist like Osama bin Laden, that would be a tragedy."

"Fantastic," exclaims Bush, "that's right. And can you tell me WHY that would be a TRAGEDY?"

"Well," says the boy, "because it wouldn't be an accident, and it certainly would be no great loss".

Hu is the new leader in China


Playwright Jim Sherman wrote this today after Hu Jintao was named chief of the Communist Party in China.

(We take you now to the Oval Office.)

George: Condi! Nice to see you. What's happening?

Condi: Sir, I have the report here about the new leader of China.

George: Great. Lay it on me.

Condi: Hu is the new leader of China.

George: That's what I want to know.

Condi: That's what I'm telling you.

George: That's what I'm asking you. Who is the new leader of China?

Condi: Yes.

George: I mean the fellow's name.

Condi: Hu.

George: The guy in China.

Condi: Hu.

George: The new leader of China.

Condi: Hu.

George: The Chinaman!

Condi: Hu is leading China.

George: Now whaddya' asking me for?

Condi: I'm telling you Hu is leading China.

George: Well, I'm asking you. Who is leading China?

Condi: That's the man's name.

George: That's who's name?

Condi: Yes.

George: Will you or will you not tell me the name of the new leader of China?

Condi: Yes, sir.

George: Yassir? Yassir Arafat is in China? I though the was in the Middle East.

Condi: That's correct.

George: Then who is in China?

Condi: Yes, sir.

George: Yassir is in China?

Condi: No, sir.

George: Then who is?

Condi: Yes, sir.

George: Yassir?

Condi: No, sir.

George: Look, Condi. I need to know the name of the new leader of China. Get me the Secretary General of the U.N. on the phone.

Condi: Kofi?

George: No, thanks.

Condi: You want Kofi?

George: No.

Condi: You don't want Kofi.

George: No. But now that you mention it, I could use a glass of milk. And then get me the U.N.

Condi: Yes, sir.

George: Not Yassir! The guy at the U.N.

Condi: Kofi?

George: Milk! Will you please make the call?

Condi: And call who?

George: Who is the guy at the U.N?

Condi: Hu is the guy in China.

George: Will you stay out of China?!

Condi: Yes, sir.

George: And stay out of the Middle East! Just get me the guy at the U.N.

Condi: Kofi.

George: All right! With cream and two sugars. Now get on the phone.

(Condi picks up the phone.)

Condi: Rice, here.

George: Rice? Good idea. And a couple of egg rolls, too. Maybe we should send some to the guy in China. And the Middle East. Can you get Chinese food in the Middle East?