-
KapanLagi.com Menjelang pergantian tahun 2011 - 2012, Grup band ST12 terlihat kembali mengisi sebuah acara di Taman Mini Indonesia Indah....
-
Titanic is a 1997 American romantic drama film directed, written, co-produced and co-edited by James Cameron about the sinking of the RMS T...
-
Fakta mengenai Industri dan bisnis rokok di Indonesia, penetrasi rokok dalam masyarakat Indonesia Tahu ga? kalo harga rokok Marlboro d...
-
Gimana caranya supaya 71 orang naik mobil bersama-sama sekaligus? Jawaban: di depan ber 2, yang di belakang posisinya 69
-
Olga Kostyantynivna Kurylenko (Ukrainian: Ольга Костянтинівна Куриленко; born November 14, 1979) is a Ukrainian model and actress. She is pe...
Recent Posts
Popular Posts
10 Cara Meningkatkan Mood
1. Berjalan-jalan.
Berjalan-jalan. Ajaklah anjing, sahabat, atau teman dekat dan olahraga jalan cepat. Hanya sedikit olahraga yang dapat meningkatkan mood dan memberi perspektif baru pada masalah yang telah mengganggu Anda. Cobalah berjalan ke tempat yang tampaknya menarik untuk Anda. Berjalan ke mal atau beberapa putaran di sekitar para penjual, atau hanya untuk membeli yoghurt. Buatlah perjalanan itu menyenangkan dan menjadikannya bagian dari rutinitas Anda.
2. Istirahatlah.
Istirahatlah. Meningkatkan lama waktu tidur bisa mengurangi tingkat stres dan membuat Anda merasa berenergi untuk mengatasi hari ketika bangun keesokan paginya.
3. Menerima seseorang.
Menerima seseorang. Mengakui sesuatu yang telah dilakukan orang lain untuk Anda dan kirimkan catatan kecil atau buket bunga kecil untuknya. Maka mereka pun akan mengingat Anda dan tersenyum bila mengingat Anda.
4. Pujilah orang lain.
Pujilah orang lain. Suka warna rambutnya? Ingin tahu di mana ia mendapatkan topi bagus? Beritahu yang Anda sukai dari apa yang mereka miliki dan akhirnya membuat orang lain senang. Melihat hal-hal baik pada orang lain akan membantu Anda mulai melihat hal-hal baik pada diri sendiri. Siapa tahu, mungkin Anda pun mendapatkan pujian tak terduga.
5. Rencanakan liburan.
Rencanakan liburan. Rutinitas sehari-hari dengan kemacetan yang dihadapi menyebabkan kita selalu melihat hal-hal negatif. Istirahat dari rutinitas normal, lalu melakukan perjalanan jauh atau dekat, akan membantu kita melihat hidup sedikit lebih jelas.
6. Beli sesuatu yang konyol.
Beli sesuatu yang konyol. Tawa adalah obat terbaik. Belilah sesuatu yang bikin kita tertawa seperti gambar lucu, buku, majalah, atau DVD favorit. Atau merencanakan kencan keluar ke klub komedi. Berikan diri sendiri waktu untuk tertawa agar tingkat endorfin naik sehingga merasa lebih baik.
7. Duduklah di kursi pijat.
Duduklah di kursi pijat. Sepuluh menit relaksasi dapat melakukan keajaiban. Daripada makan siang di meja, berjalan-jalanlah ke salon untuk dipijat. Leher dan punggung akan berterima kasih karena merasa santai.
8. Kenakan warna favorit Anda.
Kenakan warna favorit Anda. Memiliki gairah untuk merah? Cinta biru keren? Pakailah warna favorit Anda, berjalanlah dengan dagu diangkat dan tersenyumlah sepanjang hari. Maka cerialah hari Anda.
9. Mengatasi masalah.
Mengatasi masalah. Meningkatkan rasa percaya diri dengan menyelesaikan teka-teki silang atau sudoku. Memaksimalkan kekuatan otak dan lakukan sesuatu yang menantang akan membantu Anda untuk memiliki pandangan yang lebih percaya diri terhadap kehidupan.
10. Model perilaku.
Model perilaku. Ambil foto diri Anda yang sedang melakukan sesuatu yang dinikmati, seperti roller skating, ski, berenang, bermain instrumen, atau bersama teman dan keluarga. Tempatkan foto itu di meja Anda untuk mengingatkan diri bahwa Anda pun memiliki kehidupan yang menakjubkan dan berhak menjadi bahagia.
| Label: Motivation, Tips | 0 Comments
Tips Redakan Stress
Selanjutnya, ikutilah tips yang dikutip oleh wolipop.com dari myhealthnewsdaily agar Anda bisa terbebas dari stres dan beban pikiran.
1. Jangan Mengeluh
Jika Anda pikir mengeluh itu merupakan cara baik untuk melampiaskan stres, Anda salah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Kent di Inggris menemukan bahwa mengeluh kepada orang lain hanya akan membuat orang merasa semakin buruk. Para peserta penelitian menjadi lebih tidak puas dengan keadaannya, daripada saat mereka belum mengeluh dan curhat.
"Mengeluh bukan strategi yang efektif untuk mengatasi stres sehari-hari, apakah mereka memiliki kecenderungan perfeksionis atau tidak. Penelitian menunjukkan bahwa mengeluh malah membuat kadar stres meningkat ketimbang berkurang," ujar psikolog Brad J. Bushman, pengajar di Ohio State University.
2. Mengikuti Kelas Yoga
Yoga merupakan cara yang efektif dan aman untuk meningkatkan aktivitas fisik, selain manfaat psikologis yang penting karena sifat meditasi, termasuk untuk orang yang menderita radang sendi. Yoga juga dapat meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, kekuatan otot dan daya tahan pernapasan. Selain itu, yoga dapat meningkatkan energi tubuh sehingga akan lebih sedikit merasakan sakit dan nyeri.
3. Lebih Banyak Tidur
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), memiliki waktu tidur yang lebih banyak tidak hanya membuat penampilan menjadi segar, namun juga meningkatkan kesehatan dan mengurangi stres. Penelitian dari Clayton Sleep Institute menunjukkan bahwa orang dengan tingkat stres kronis dilaporkan memiliki durasi tidur yang lebih pendek serta kualitas yang buruk.
Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa orang yang waktu tidurnya kurang, lebih mungkin mengalami stres. Untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup, para pakar kesehatan menyarankan agar Anda makan 2-3 jam sebelum tidur, menghentikan konsumsi kafein dan rokok minimal 8 jam sebelum tidur, serta merencanakan jadwal tidur dalam aktivitas harian.
4. Banyak Gerak
Olahraga merupakan cara mengatasi stres yang paling baik, karena dapat mengurangi kortisol --hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal ketika sedang stres. Kadar kortisol yang tinggi, nantinya bisa merusak organ. Oleh karena itu CDC merekomendasikan orang yang sedang stres untuk melakukan kegiatan penguatan otot besar seperti otot pada kaki, pinggul, punggung, perut, dada dan lengan. Lakukan latihan ini minimal 2 jam, dua hari dalam seminggu.
5. Tertawa
Sebuah penelitian yang dilakukan di Loma Linda University pada 2001 menemukan bahwa orang yang melihat video lucu mengalami penurunan hormon stres, kortisol dan epinefrin. Mereka juga dikatakan telah mengalami peningkatan endorfin, zat yang dapat meningkatkan mood dan sistem kekebalan tubuh.
Tertawa tidak hanya membantu atasi stres saja, tertawa juga dapat mengatasi rasa sakit pada fisik seseorang. "Tertawa itu memang secara fisik melelahkan dan apapun yang membuat tubuh terkuras secara fisik memicu keluarnya endorphin, yang memang respon natural tubuh untuk mengontrol rasa sakit," ujar Professor Dunbar dari Universitas Oxford.
| Label: Motivation, Tips | 1 Comments
Kenapa Bukan AKu?
Siapakah di antara kami yg bisa melewati ujian akhir ini?
Tuhan, biarlah diriku yg terpilih, begitu aku berdoa.
Lalu tibalah berita yg menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.
Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku.
Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yg mana yg kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?
Aku berpaling pd Ayahku. Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”
Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman2 untuk melihat peluncuran Challanger.
Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali.
TUHAN, Sebenarnya aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu.
Kenapa bukan aku?
73 detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.
Aku teringat kata2 ayahku,”Semua terjadi karena suatu alasan.”
Aku tidak terpilih dlm penerbangan itu, walaupun Aku sangat menginginkannya karena TUHAN memiliki alasan lain untuk kehadiranku dibumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.
Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tdk semua doaku dikabulkan.
TUHAN tdk pernah terlambat, DIA jg tdk ter-gesa2.. DIA selalu tepat waktu.
| Label: History, Motivation | 0 Comments
The Power oF Love
Awal pernikahanku yg bahagia dan romantis telah berlalu, sudah begitu lama dan kini yang terasa hanyalah rasa hambar dan bosan.
Sampai akhirnya aku bertemu dgn seorang wanita muda yang membuat hidupku terasa begitu berwarna dan aku berselingkuh.
Aku semakin jarang berada di rumah dan emosiku selalu naik jika bicara dgn istriku, dan dia menyadari semua perubahanku. Dia mulai mencurigaiku dan akhirnya mengetahui perselingkuhanku dgn gadis lain. Kami bertengkar hebat dan itu membuatnya menangis setiap hari.
Sampai akhirnya kami akan bercerai karena pacarku terus mendesak agar aku mau menikahinya. Istriku sangat terpukul akan keputusan itu dan akhirnya dia menyetujui keputusan ini degan 1 syarat. Dia memintaku menggendongnya keluar pintu setiap pagi, selama 1 bulan terakhir sebelum kami bercerai.
Awalnya aku sangat keberatan namun dia berkata ; Saat hari pernikahan kita kamu menggendongku masuk ke dalam rumah ini dan kini kita akan bercerai maka gendonglah aku keluar. Akhirnya aku menyetujuinya dan setiap pagi aku menggendongnya sampai keluar pintu.
Aku merasa dia agak berat krn sudah lama aku tidak menggendongnya. Hari-hari berlalu dan aku merasakan dia semakin ringan dan aku berpikir bahwa mungkin karena aku sudah terbiasa lagi. Namun kemudian aku menyadari bahwa itu karena dia semakin kurus, ku lihat wajahnya yang dulu cantik kini tampak lesu dan sembab karena setiap hari dia menangis menahan sakit.
Tiba-tiba hatiku terasa begitu sakit dan pada hari terakhir aku tidak menggendongnya keluar, dia bertanya mengapa hanya tinggal 1x saja aku tidak mau menyelesaikan itu untukknya. Aku tidàk dapat menahan air mataku dan memeluknya, maafkan aku...
Bisakah aku mendapatkan 1 kesempatan lagi darimu? Dia memelukku dan menagis. Kemudian dia berkata, Yaa..untuk itulah kulakukan semua ini.
Aku menemui pacarku dan memutuskan hubungan kami. Satu tamparan keras kudapat darinya. Namun aku juga mendapatkan kembali istriku utk selamanya yang tidak akan pernah aku sia"kan lagi.
| Label: Love, Marriage, Motivation | 0 Comments
4 Hal Penting Dalam Menjalankan Bisnis
Mencari pekerjaan saat ini bukanlah hal yang gampang. Mungkin dengan menciptakan bisnis bisa menjadi salah satu bidang karir yang menjamin kelangsungan hidup Anda.
Namun, sebelum memutuskan untuk menciptakan sebuah bisnis, ada hal-hal yang harus diketahui sebelum membentuk sebuah usaha.
Berikut ini beberapa hal yang harus Anda lakukan ketika telah memiliki bisnis.
Komitmen
Bisinis apapun yang ingin dijalankan, perlu adanya sebuah komitmen dalam diri. Komitmen tersebut yang membuat bisnis dapat berkembang dan dipercaya oleh konsumen. Misalkan, Anda bisnis katering dan telah bekerjasama dengan satu perusahaan untuk melayani makan siang di perusahaan tersebut, Anda harus komitmen setiap harinya menyediakan makanan. Pastikan konsumen puas dengan rasa makanan dan kebersihan, serta ketepatan waktu. Jangan sampai makanan tiba saat jam makan siang telah usai.
Jalankan secara profesional
Sekecil apapun bisnis Anda, tetap memiliki regulasi dan kebijakan tersendiri. Anda harus memiliki prosedur, memiliki tim kerja dengan jabatannya masing-masing serta memiliki klien. Catat dan simpan semua dokumen yang berhubungan dengan bisnis Anda untuk bisa di-review setiap bulan atau tiga bulan sekali.
Bekerjasama dengan orang yang handal
Sangat baik, di dalam melakukan bisnis, Anda bekerjasama dengan orang yang handal. Apalagi, jika Anda masih amatir, Anda membutuhkan ide dan dukungan moral maupun material. Jadi, sebaiknya carilah rekan bisnis yang mau diajak kerjasama untuk mengembangkan usaha.
Jadilah tidak nyaman
Kenyamanan tidak membuat Anda maju. Sedangkan ketidaknyamanan dalam bisnis menuntut Anda terus berpikir dan bergerak maju. Ketidaknyamanan lebih dimaksudkan ke arah ketidakpuasan dalam pencapaian bisnis.
| Label: Business, Motivation, Tips | 0 Comments
Happiness can be Contagious
Happiness can be contagious. Researchers from the U.S. said that the emotion and happiness can infect others who are in a social network. No wonder why Facebook much-loved, because social networking sites that can infect the happiness just by looking at the status of other people happy.
Researchers from Harvard Medical School and the University of California, San Diego says that happiness is collective and contagious among social networks. The study involving 5,000 people over 2 years was performed to determine the effects of unhappy person in the surrounding environment.
"We found that the emotions of people affected by someone else, perhaps even strangers at all. The effect will be felt from others, others, and others," said Nicholas Christakis, a professor from Harvard Medical School as from ScienceDaily, Monday (10/19/2009).
Over 2 years, researchers conducted a survey and analyzing the data that links between happiness and health of a person with a situation in which the scope of its social network-family, friends, coworkers, neighbors and others.
By using the standard system of the Center for Epidemiological Studies Depression Index, note that when someone is happy, a friend who lived 1 mile away to increase happiness as much as 25 percent. Meanwhile, siblings increased 14 percent and neighbors will increase 34 percent.
Not only that, a friend from your friends who may not know anything you can increase happiness by 10 percent.
"Although separated from the 5 people who are not known, but still within a network of friends or relatives, the happy effect was still there. This indicates a strong effect in a network even if they do not know each other intimately," Christakis said.
But Christakis says that the impact will be limited by distance and time. The closer the friends who stayed and are close to you, the stronger the transmission. This is what causes the neighbors had a big impact on happiness.
Researchers also found that people who become central in social networks tend to be happier among others. "With more and more people around him, the risk of transmission would be happy more and more," Christakis said.
In the social networking site, or Facebook are the current trends for example, one of the most commented on its status as a person who used to be the center of attention. They also will be happier as it gets attention and comments from the crowd.
This study shows that happiness and health of a person was highly influenced by the social environment around them. The study, published in the New England Journal of Medicine is expected to help those who are obese or someone who is isolated from its environment.
| Label: Facebook, Motivation, Tips | 0 Comments
Ten tips on "How Not to Take Things to Heart",
by Rachel Green
Any interaction with another person, whether it is with your boss, a customer, your father or your friend has the opportunity to lead to hurt or irritation. Some people get hurt more easily than others.
They can be particularly sensitive and take things to heart.
Here are some tips to help you stop taking things personally so you can leave your interactions in a happier way.
1. Know why you are hurting.
Know why you are hurting and respond accordingly. Are you hurting because of something that has happened in your history? Are you adding your history to the present moment and therefore adding fuel to something small and making it appear bigger? For example, if your mother has looked at you in a certain way since childhood and she's looked at you in the same way today - do you react because of the way she looked today or the way she looked at you as a child? If it's the latter, try reacting as if this was the first time you'd ever seen the look!
2. Laugh and make light of it.
Laughter can be a wonderful cure and reliever. If you can keep light about a potential put-down then the put-down has no power. This doesn't mean that you leave yourself open to abuse. What it does mean is that you can more easily brush off potentially hurtful comments.
3. Tell someone else about what was said and turn it into a funny story.
Tell someone else what has happened and tell it in a way that makes it funny. Do a caricature - exaggerate what was said - think of a funny line back ... build it up until it's funny - this will help the hurt to dissipate.
4. Delay your response.
Many people retaliate very quickly before they've even had time to think through what has been said. It's a bit like someone throwing something at you. Would you just stand there and let it hurt you or would you duck? Delaying is like ducking. Pause before you respond. Then you give yourself time to think of a good response and to check that you're not adding hurt to what was said.
5. Think of the other person as being "unskilled".
Think of the other person as being "unskilled" rather than being "intimidating", "bossy" or "aggressive". I'll often say to myself, "Well that was an unskilled way of saying things, I wonder what she meant?" This helps me keep calm and non-reactive, yet still available to help the person.
6. Separate out what is specific to you.
Sometimes people respond to a general complaint as if it is personally directed at them. Don't do this. Work out what is specifically about you and what is a general complaint that you happen to get because you were in the same place as the other person? When it's not specific to you, remind yourself of this, e.g. you might say to yourself, "This is about the company," or "He has obviously got a bad headache."
7. Monitor for sites of tension build up and let go before they develop.
Monitor for sites of tension build up and let go before they develop. Each of us will have physiological changes which occur early on in the process of becoming hurt. If you can catch your stomach tightening, your neck tightening or your hands grasping, early on, you have more chance of letting go and not hooking into the other person's comments or emotions. Someone in one of our workshops recently discovered she started clicking her nails as a sign that she was hooking in. What are your signs?
8. Keep breathing.
Keep breathing in and out. No, I'm not joking! Some people hear something unpleasant and catch their breath and then don't let go of it. You're more likely to take something personally if you aren't breathing!
9. Breathe deeply.
Breathe deeply so your breathing remains calm, regular and deep. Even in a meeting it's possible to put your hand on your midriff to give yourself a physical reminder to keep your breathing deep and regular. If your breathing speeds up and becomes shallow it could be a sign that you are getting hooked in.
10. Don't read criticism into something that's not intended as criticism.
Don't read in something that wasn't there. It's easy to try and "read between the lines" and imagine what someone meant or what they were implying and then to react as though your interpretation is true. It may not be. Someone, for example, may have crossed his arms to stop his shoulders aching not because he didn't like what you said! Someone may be whispering to someone else as you walk in the room and you may assume they are talking about you. In fact they may be talking about their latest exploits with their new boyfriends.
By not getting hurt and looking after yourself, you increase your chances of staying healthy and having even more caring to give to others.
| Label: Motivation, Tips | 0 Comments
Winner vs Loser
The Winner is always has a program;
The Loser always has an excuse.
The Winner says,"Let me do it for you;
The Loser says;" That is not my job."
The Winner sees an answer for every problem;
The Loser sees a problem for every answer.
The Winner says," It may be difficult but it is possible";
The Loser says,"It may be possible but it is too difficult."
When a Winner makes a mistake, he says," I was wrong";
When a Loser makes a mistake, he says," It wasn't my fault."
A Winner makes commitments;
A Loser makes promises.
Winners have dreams;
Loser have schemes.
Winners say," I must do something";
Losers say,"Something must be done."
Winners are a part of the team;
Losers are apart from the team.
Winners see the gain;
Losers see the pain.
Winners see possibilities;
Losers see problems.
Winners believe in win/win;
Losers see the past.
Winners are like a thermostat;
Losers are like thermometers.
Winners choose what they say;
Losers say what they choose.
Winners use hard arguments but soft words;
Losers use soft arguments but hard words.
Winners stand firm on values but compromise on petty things;
Losers stand firm on petty things but compromise on values.
Winners follow the philosophy of empathy: "Don't do to others what you
would, not want them to do to you";
Losers follow the philosophy, "Do it to others before they do it to you."
Winners make it happen;
Losers let it happen.
| Label: Motivation | 0 Comments


